Senin, 24 September 2012 – 18:58 WITA Telah dibaca 1989 kali

Pintu Masuk DPRD Diblokir Pendemo, Gubernur Keluar Lewat Pintu Belakang

Demo LMND di Kantor DPRD Prov. SULUT, Penolakan Tambang di Pulau Bangka Kabupaten Minhasa Utara

Dalam rangka memperingati hari bersejarah bagi provinsi Sulawesi Utara dalam rangka HUT-48, DPRD SULUT menggelar sidang Paripurna. Mewarnai kegiatan ini, Senin (24/9), warga Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara bersama Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) melakukan aksi demo damai. Para demonstran memblokade pintu masuk Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara sambil melakukan orasi mereka. Tuntutan pendemo untuk menghadirkan Gubernur Provinsi SULUT Dr. S.H. Sarundajang, akhirnya gagal.

Pantauan SUARAMANADO di lokasi Kantor DPRD Provinsi SULUT, selesai Rapat Paripurna, tampak sejumlah pejabat di daerah ini memilih tidak mau ambil resiko dan langsung meninggalkan lokasi Kantor Deprov. Ada yang memilih keluar lewat pintu kecil, tepatnya dibelakang Pos Penjagaan para Pol PP dan Kepolisian.Namun bagi mereka yang mobilnya terkurung dalam halaman parkir kantor Dewan, langsung diarahkan melewati pintu belakang. Tak terkecuali, Gubernur dan Wakil Gubernur serta Unsur Pimpinan Daerah juga melewati pintu belakang, untuk menghindari masa yang menghadang di pintu Utama yang biasanya untuk masuk keluarnya Pejabat.Hal yang sama diikuti oleh Bupati / Walikota dan tamu undangan penting lainnya.

Dalam orasi yang dibawakan masyarakat Pulau Bangka, Gubernur dituntut untuk memerintahkan pencabutan SK Bupati Minahasa Utara, Drs. Sompie Singal MBA, tentang ijin operasional pertambangan yang ada di Pulau Bangka. Mereka menyatakan menolak adanya pertambangan di Pulau Bangka. Warga desa Kahuku Kecamatan Likupang menyatakan dengan tegas akan melakukan pembakaran terhadap kapal pihak perusahaan jika berkeras melakukan proses pertambangan di desa m ereka.

Menurut Ketua LMND, Alfred, yang menjadi kordinator demo, jka tidak ada tindakan dari pemerintah Provinsi, maka pihaknya akan menduduki Kantor DPRD dengan masa lebih banyak, hingga permintaan mereka terpenuhi. (Jansen)