Rabu, 21 Maret 2012 – 07:02 WITA Telah dibaca 1315 kali

Peringatan Hari Air Sedunia Libatkan Lintas Agama dan Lembaga

Ketua Panitia, Pdt. Meiva Salindeho Lintang.

Para pemimpin gereja, perwakilan pemuda dan perempuan dari 16 negara mitra dari Mission 21 di Asia dan Pemuda serta Perempuan dari perwakilan Agama Islam, Katolik, Budha, Hindu dan Konghuchu serta utusan lembaga-lembaga negara seperti Komnas HAM, DPRD dan Pemprov SULUT bertemu di Hotel Aryaduta Manado dalam acara yang bertajuk International Interfaith Workshop on Water as Humas Rights (Lokakarya Internasional Lintas Agama tentang Air sebagai Hak Azasi Manusia). Kegiatan yang juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Air Dunia (World Water Day) yang ditetapkan tanggal 22 Maret 2012 merupakan kerjasama Mission 21 dengan Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara Tengah. Mission 21 sendiri adalah sebuah organisasi yang bermitra dengan gereja dan berkecimpung dalam hal-hal kemanusiaan termasuk pelestarian alam.

Ketika memberikan sambutan pembukaan lokakarya ini Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang mengatakan bahwa segenap lapisan masyarakat apakah itu kelompok keagamaan, kelompok etnis, organisasi sosial, pemerintah dan bahkan kelompok swasta memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian sumber air. Air merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia maupun tumbuhan dan hewan. Tidak ada yang dapat hidup tanpa air. Kelestarian sumber air sangat berkaitan dengan kelestarian dan keseimbangan alam. Oleh karena itu menjaga alam yang lestari akan menjamin tersedianya air bagi kehidupan, demikan Gubernur. Pada bagian lain Gubernur mengatakan bahwa setiap negara mempunyai pengalaman yang berbeda dalam pengelolaan air. Oleh karena itu, forum ini sengat tepat untuk saling bertukar informasi dan membagi pengalaman masing-masing untuk menghasilkan rekomendasi yang berharga bagi upaya pelestarian air sebagai sumber kehidupan.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Pdt. Meiva Salindeho-Lintang, S.Th yang juga adalah ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Lokakarya ini akan membahas berbagai isu seputar penyelamatan Air sebagai Sumber Utama Kehidupan Manusia serta merupakan kampanye untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat dunia terutama yang ada di Asia tentang pentingnya air bagi kehidupan. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Gereja terhadap pelestarian alam yang memang menjadi concern bersama seluruh umat manusia.
Acara pembukaan Lokakarya turut dihadiri oleh beberapa anggota Forkopimda antara lain Kajati SULUT I Gde Arthana, SH, Kapolda SULUT Brigjen Pol. Drs. Dicky Atotoy, dan Lanudsri Letkol Pnb. Yorry Koloay, Kasrem 131 Santiago Letkol Watulangkouw dan Pemimpin Bank Indonesia Manado Dr, Ramlan Ginting.