Jumat, 14 Oktober 2011 – 11:03 WITA Telah dibaca 1599 kali

Pensiun Dini PNS

Ramdhani: Akan Berdampak Pada Kualitas Guru

Pemerintah Indonesia saat ini mewacanakan pensiun dini bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun lewat hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) mengatakan, kalau usulan tersebut hanyalah salah satu alternative untuk mengurangi besarnya anggaran yang dikeluarkan oleh Negara.

Menanggapi akan hal ini, Benny Ramdhani anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (SULUT), kepada SUARAMANADO, Jumat (14/10) saat dihubungi melalui telepon mengatakan, wacana yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait dengan pensiun PNS merupakan suatu hal yang perlu dikaji secara meluas oleh pemerintah.

"Wacana dari pemerintah ini harus dipikirkan dan dikaji secara cermat. Sebab, system birokrasi yang berjalan di Negara ini tidak ada yang sulit, semua berjalan dengan semestinya. Jika hal ini pun diterapkan pemerintah, maka anggaran dapat tertampung oleh Negara. Namun, konsep anggaran nanti yang ditampung harus diperjelas untuk apa? Harus ada keseimbangan dan diketahui oleh rakyat juga", ujar Ramdhani.

Lanjut Ramdhani, ada aturan yang telah mengatur untuk masa pensiun para PNS. Aturan itu mengatur tentang system birokrasi yang ada di Negara ini. Usia yang diatur adalah 56 tahun untuk mencapai masa pensiun.

"Pensiun dini harus ada kompensasi ang menguntungkan juga bagi para PNS. Selain itu harus ada konsep yang jelas seperti pembayarannya dan harus merata di seluruh PNS yang pensiun. System seperti ini adalah meminimalisir beban Negara memang baik. Akan tetapi, peluang bagi rakyat untuk dapat menjadi PNS semakin sempit. Selain itu, PNS yang ada di Negara ini, kebanyakan adalah guru. Jika hal ini terjadi,maka salah satu dampak adalah kualitas pendidikan pun akan menurun. Jadi pemerintah harus memikirkan system administrasi Negara ini juga" tandas Ramdhani, legislator Dapil Bomong ini.