Senin, 15 Oktober 2012 – 08:53 WITA Telah dibaca 2909 kali

Ikon Kotamobagu

Buah nenas sudah menjadi ikon Kota Kotamobagu, provinsi Sulawesi Utara sejak lama. di kota sejuk dan aman ini, tepatnya di desa Lobong, beberapa kilometer dari batas Kotamobagu, buah nenas bercitarasa manis tumbuh dengan subur. di lokasi ini, ratusan hektar pohon nenas dikultivasi untuk memenuhi permintaan berbagai kota di provinsi Sulawesi Utara, termasuk ibukota provinsi Sulawesi Utara.

Sebagai kota yang identik dengan nenas, ole-ole khas Kotamobagu tentu saja nenas. Bila ditanyakan kepada masyarakat Manado ole-ole yang diinginkan untuk dibawa dari Kotamobagu, jawabannya kemungkinan besar adalah nenas, seperti yang diucapkan Roosye, seorang guru SD di Paaldua Manado.

"Nenas. Bukan selai tetapi buah nenas", ungkap Ros, nama panggilan wanita paruh baya berbadan subur beranak satu dengan dua cucu itu saat ditanyakan ole-ole apa yang paling diinginkan dari Kotamobagu, Kamis (11/10) kemarin. Menurut Ros, panggilan akrabnya, buah nenas Kotamobagu manis dan enak. "Apalagi di kota Manado nenas lagi susah didapat dan harganya naik", jelasnya.

Buah nenas dimakan dengan cara mengupas lebih dahulu kulitnya yang tajam dan kasar. Saat mengupas, duri-duri hitam yang tertinggal dalam buah biasanya turut dibuang. Kulit nenas masak berwarna kuning dan dapat dimakan langsung. Nenas masak atau mengkal dapat pula dibuat menjadi selai yang menjadi bahan dasar membuat kue.

Cara membuat selai terbilang mudah, cukup dengan menghaluskan buah nenas yang sudah dikupas kemudian mencampurkannya dengan gula secukupnya dan dimasak hingga mendidih dan matang. Tingkat kematangan sendiri berbeda-beda menurut selera, ada yang dimasak hingga kering, adapula yang dibiarkan agak cair, tergantung keperluan.