Rabu, 28 September 2016 – 03:08 WITA Telah dibaca 858 kali

Olfie; Kedua Kubuh UDK Jangan Korbankan Masadepan Mahasiswa dan Dosen

Civitas Akademika & Ketua Yayasan YPTK Universitas Dumoga Kotamobagu di Kantor APTISI SULUT-Gorontalo
SUARAMANADO,Kotamobagu. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) SULUT-Gorontalo Olfie Lomboan SE.MM menyikapi dengan bijak tentang perseteruan Dualisme kepemimpinan di Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) dengan mengedepankan kepentingan masadepan Mahasiswa dan Dosen di institusi tersebut.

Dikatakan Olfie, perbedaan pendapat antara Kubuh Yayasan Perguruan Tinggi Kotamobagu (YPTK) dengan Yayasan Pendidikan Bolmong (YPBM) yang saling mengklaim sebagai pemilik yang sah dan pengelolah Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) jangan sampai mengorbankan intitusi pendidikan itu sendiri yang didalamnya ada Mahasiswa dan Dosen.

Sebagai Ketua APTISI mendorong para pihak agar melakukan komunikasi demi kelanjutan Perguruan Tinggi tersebut, atau boleh melalui jalur hukum yang ada berdasar pada bukti-bukti kepemilikan dan legalitas sah lainnya agar masing-masing pihak merasa puas.

Olfie Lomboan SE.MM. Ketua APTISI SULUT-Gorontalo
Dalam kunjuangan Ketua YPTK Drs. Andi Manoppo,MM dan Rektor UDK fersi YPTK Nasir Katong,SH.MH di kantor APTISI SULUT-Gorontalo yang diterima langsung Ketua Olfie Lomboan didampingi Lucky Mangkay, mereka memaparkan hal ikhwal dan bukti keabsahan tentang hak pengelolaan Universitas Dumoga Kotamobagu.

Menurut Manoppo sesuai Akta Notaris No.39/2015 bahwa dirinya sebagai Ketua YPTK yang sah kemudian Yayasan mengangkat Nasir Katong,SH.MH sebagai Rektor. Tambah Manoppo, YPTK sah menjalankan operasional UDK sesuai rekomendasi Kopertis Wil IX dan tercatat di Kemenristekdikti, namun sayangya hingga saat ini PDPT UDK mengalami pemblokiran olek Dikti.

Agar ada kepastian hukum maka rencananya pihak YPTK akan menempuh jalur hukum yang akan ditindak lanjuti laporan di Polda SULUT besok Kamis (29/9) atas tindakan kudeta pihak YPBM terhadap UDK sejak Tahun 2010 lalu, sehingga Mahasiswa dan Dosen menjadi korbannya.(jansen)