Selasa, 30 Juli 2013 – 14:33 WITA Telah dibaca 1148 kali

Jelang Peralihan Jabatan Walikota, PNS "Insomnia"

SUARAMANADO, Kotamobagu - Mendekati pelantikan walikota Kotamobagu yang baru, pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan pasangan calon Drs Hi Djelantik Mokodompit, Rustam Simbala (Djelas) dan Nurdin Makalalag, Robert Sahat Siagian (BeNaR).

Sebagian besar PNS Kotamobagu, "galau" akan perasaan mereka bahkan tidak menutup kemungkinan, penyakit susah tidur pun (insomnia, red) sudah mulai menyelimuti mereka.

Ir. Ishak Sugeha
Menurut Ishak Sugeha ST, ME jika dalam masa transisi seperti sekarang ini sangat dimungkinkan perasaan jenuh dari PNS. " memang saat ini KK dalam pemerintahan transisi artinya, sedang menjelang peralihan atau pergantian kepemimpinan walikota sehingga sangat dimungkinkan kejenuhan itu terjadi di kalangan PNS", kata Ishak Selasa (30/07).

Dikatakan Ishak, ini adalah bagian dari resiko jika PNS terjebak dalam politik praktis saat Pilkada. "Sudah demikian resiko dari Pemilikada", tuturnya. Meski demikian, Ia berharap PNS tetap menjalankan tugas sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat seperti biasa. "Apapun alasanya tindakan PNS meliburkan diri sebelum waktunya, tidak bisa dibiarkan dan harus ditindak tegas.

Dengan dipotong TPP dan dikenakan teguran disiplin. Saya sebagai ketua fraksi DBKP meminta sekda selaku Panglima PNS untuk memberikan teguran karena sudah sangat jelas dalam PP 53 tahun 2010 tentang kedisiplinan PNS", Tegas Ishak.

(rmc)