Senin, 13 Mei 2013 – 10:40 WITA Telah dibaca 870 kali

Mokodongan: Kesehatan Adalah Tanggungjawab Pemerintah

Upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan membantu masyarakat miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, mendapat perhatian dari jajaran Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Utara. Bakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis ini dilakukan di Lapangan Olahraga Kelurahan Pobudayan Kecamatan Kotamobagu Selatan Kota Kotamobagu pada hari sabtu pagi hingga siang (11/5).

Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Utara Hj. Ny. Masye Ester Mokodongan Turang kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda kegiatan rutin dharma wanita. Kegiatan ini telah direncanakan sejak lama untuk kab/kota yang ada di SULUT dan saat ini jadwal yang dikunjungi adalah kota kotamobagu, jadi kegiatan ini bukan kampanye tetapi sosialisasi program dharma wanita provinsi agar masyarakat sulawesi utara memperoleh kesehatan yang baik, terutama masyarakat miskin. dan pelayanan kesehatan ini terdiri dari pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan mata, pemberian KB, pemberian obat dan kaca mata gratis.

"Kami berterima kasih atas antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini. Para lansia, para ibu hamil, orang dewasa dan anak-anak, berbondong-bondong hadir untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata dan kacamata gratis dan pelayanan kesehatan gratis", ujar istri tercinta Sekdaprov SULUT Ir. S.R. Mokodongan dihadapan masyarakat yang dihadiri kurang lebih 1000 orang ini. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Ir. Siswa Rahmat Mokodongan dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan kegiatan bakti sosial yang dilakukan Dharma Wanita Persatuan Provinsi SULUT.

"Pelaksanaan bakti sosial seperti ini telah dilaksanakan di beberapa kab/kota yang ada di Sulawesi Utara dan kegiatan ini tidak ada unsur politik didalamnya tapi murni untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat karena kesehatan itu penting dan mahal maka harus dijaga dan merupakan tanggungjawab dari pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun kab/kota, termasuk juga harus mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Kotamobagu", ujar Ketua KORPRI SULUT ini.

Lebih lanjut menurut Sekdaprov SULUT ini, "jika ada sinyalemen penolakan, sangat disayangkan dan dipertanyakan sikap dari pemkot kotamobagu yang memboikot atau mencegal kegiatan seperti ini", tegas Putra Terbaik Totabuan ini. Mokodongan berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan ini dengan sebaik-baiknya dan masyarakat dapat berkonsultasi apa saja dengan para dokter yang ada tentang kesehatan dan program seperti ini akan berkelanjutan agar kedepan kesehatan masyarakat lebih baik dan lebih sejahtera.

Sementara tokoh masyarakat yang ada di kota kotamobagu A. L. Damapolii mengatakan bahwa masyarakat sangat berterima kasih atas perhatian dari pemerintah provinsi lebih khusus kepada dharma wanita yang memberikan pelayan kesehatan gratis ini karena kegiatan seperti ini langsung bersentuhan dengan masyarakat yang mengharapkan kesehatan yang baik dan berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan. Hadir juga pada kesempatan itu Kepala Badan Kesbangpol Gun Lapadengan, SH, Kepala Perwakilan BKKBN SULUT Drs. Tamazaro Zega, M.Kes, Wakil Ketua DPRD Kota Kotamobagu Bob Paputungan, ST, tokoh masyarakat, tokoh agama Kota Kotamobagu