Jumat, 27 April 2012 – 17:02 WITA Telah dibaca 723 kali

Sarundajang Lantik Sekdakot Manado dan Kotamobagu

Gubernur diapit Sekprov, Walikota Manado, walikota Kotamobagu, wakil walikota Manado serta kedua Sekdakot yang baru dilantik didampingi isteri masing-masing.

Gubernur Sulawesi Utara, SH. Sarundajang, Jumat (27/4) hari ini, melantik dan mengambil sumpah Ir. Maynard Haevrey Frayer Sendoh selaku Sekretaris Daerah Kota Manado. Pelantikan didasarkan pada SK Gubernur Nomor 821.2/BKD/76/2012. di saat yang bersamaan Drs. H. Mustafa Limbalo sebagai dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu melalui SK Gubernur Nomor 821.2/BKD/75/2012.

Pelantikan kedua pejabat tersebut hari ini (Jumat, 27 April 2012) dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang bertempat di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Pelantikan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi SULUT Ir. Siswa Rahmat Mokodongan, Walikota Manado Ir. Vecky Lumentut, DEA dan Walikota Kotamobagu Drs. Djelantik Mokodompit bersama unsur Forkopimda dan Pejabat Eselon II Kota Manado dan Kota Kotamobagu para camat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur menjelaskan bahwa pelantikan sudah melalui proses peraturan perundangan yang berlaku, yang berawal dari pengusulan 3 nama Calon Sekretaris Daerah Kota oleh Walikota Manado dan 3 nama Calon Sekretaris daerah Kota oleh Walikota Kotamobagu, kemudian ketiga calon Sekkot Manado dan 3 calon Sekkot Kotamobagu tersebut melalui proses Fit and Proper Test oleh Gubernur (melalui Tim yang ditentukan Gubernur). Hasilnya dikirimkan kepada Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan persetujuan. Selanjutnya sesuai dengan PP Nomor 23 tahun 2010 tentang Perubahan Atas PP Nomor 19 Tahun 2010 Tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Serta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Gubernur diminta untuk Menetapkan Pengangkatan Sekretaris Kota/Kabupaten melalui Surat Keputusan, dengan demikian maka Gubernur berkewajiban melaksanakan pengambilan sumpah/ janji dan melantik pejabat yang bersangkutan.

Gubernur juga mengatakan bahwa ada paling tidak 3 alasan yang mendasari sehingga gubernur melakukan pelantikan Sekkot Manado dan Kotamobagu. Pertama bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Gubernur dan amanat ketentuan Perundangan yang berlaku. Kedua Gubernur mempunyai waktu untuk melakukan pelantikan tersebut. Ketiga melalui pelantikan ini diharapkan akan semakin memperkuat soliditas hubungan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mempercepat pelaksanaan tugas untuk pelayanan masyarakat.

Namun demikian Gubernur mengingatkan bahwa hal ini bukan berarti loyalitas Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota beralih kepada Gubernur justru Sekretaris Daerah Kota adalah Pembantu Utama Walikota dan Wakil Walikota dalam rangka menjembatani hubungan yang sinergis antara Walikota, Wakil Walikota, Gubernur, Forkopimda Kabupaten/Kota para pejabat eselon 2 dan juga dengan DPRD.

Kedudukan Sekda kabupaten/kota sangat strategis sebagai "Back Bone" (Tulang Punggung) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat. Seorang Sekda harus mampu memerintahkan ke bawah berkoordinasi ke samping dan melapor ke atas, kepada Walikota/Bupati sebagai atasannya. Karenanya, gubernur meyakini kedua figur yang dilantik memiliki kompetensi dan kemampuan serta catatan perjalanan karir yang bagus sehingga diharapkan akan mampu menjalankan tugas dan fungsi Sekretaris Kota Manado dan Kota Kotamobagu dengan baik.

Gubernur juga menilai perkembangan Kota Manado sebagai Kota Utama, Ibukota Provinsi dan Kota Kotamobagu yang disebutnya Kota kedua di SULUT sangat dinamis dan memerlukan management yang profesional dan modern. Peran Sekretaris Kota akan sangat strategis untuk mampu memanage Kota Manado dan Kota Kotamobagu menjadi lebih maju ke depan, demikian Gubernur.