Kamis, 17 Maret 2011 – 06:54 WITA Telah dibaca 1135 kali

Diknas Acuhkan Pungli

Foto ilustrasi.

Keluhan dari para orang tua siswa yang ada di SMP Negeri 4 Kotamobagu terkait dengan pungutan yang dilakukan pihak sekolah yang dinilai terlalu memberatkan mereka, rupanya tidak dipedulikan oleh pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kotamobagu. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan, Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum dan Kesiswaan Dikpora Kotamobagu, Ariono Potabuga SPd, Senin kemarin, kalau persoalan tersebut bukan menjadi kewenangan mereka dalam menyelesaikannya.

"Kami memang sudah beberapa kali menerima laporan terkait adanya permintaan sekolah terhadap orang tua murid. Terlebih permintaan sekolah yang berkaitan dengan jelang ujian akhir. Namun, terus terang saja, kalau kami tidak bisa berbuat banyak, sebab ada sejumlah kebijakan yang memang menjadi kewenangan sekolah. Seperti, permintaan bantuan yang telah dirapatkan dengan komite sekolah dan orang tua siswa, yang tidak bertabrakan dengan BOS", jelas Potabuga kepada SUARAMANADO.

Untuk pungutan biaya ijazah, lanjut Potabuga, hal tersebut memang merupakan kewenangan sekolah yang tidak diatur dalam anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), di mana hal ini diakui tidak bisa dimasuki oleh mereka.

"Itu sah-sah saja, sebab sepengetahuan kami sudah melalui rapat dengan komite sekolah dan orang tua siswa. Solusinya, tinggal dikembalikan kepada kesepakatan antara orang tua wali, komite dan pihak sekolah. Kalau memang mereka sepakat, silahkan dirubah kembali kebijakan itu. dan kalau memang ada yang tidak mampu jangan dipaksakan", tuturnya.

Sementara itu, sejumlah orang tua yang sempat mengeluhkan persoalan tersebut, beberapa waktu lalu, ketika dikonfirmasi kembali, mengatakan, kalau kebijakan tersebut tidak pernah diketahui oleh mereka. Mereka menduga telah terjadi konspirasi antara pihak sekolah dengan komite sekolah yang ada di SMP Negeri 4 Kotamobagu.

"Kami saja kaget mendengar biaya yang cukup tinggi itu. Lagipula hal ini sepengetahuan kami tidak pernah dirapatkan, apalagi disepakati sebelumnya dengan orang tua. Sebab ini sunggu memeratkan kami", pungkas mereka. (Ndo)