Selasa, 8 Maret 2011 – 19:28 WITA Telah dibaca 1767 kali

Jual-Beli Nilai di Kota Kotamobagu Disorot

Paruntu: Beri Tindakan Tegas Jika Itu Benar

Isu jual beli nilai yang dilakukan untuk memenuhi tuntutan nilai masuk ke perguruan tinggi bergengsi di Sulawesi Utara (SULUT) menuai tanggapan pemerhati pendidikan SULUT.

Mendengar isu jual-beli nilai pada murid-murid kelas III SMA di Kotamobagu dengan modus mengubah nilai yang buruk hanya memperburuk siswa, mengingat kemampuan mereka tidak sesuai dengan apa yang nanti di jalaninya.

Hal tersebut dikatakan ketua Komisi IV DPRD SULUT, Prof.DR.Ir Jopie Paruntu, kepada SUARAMANADO, di ruang kerjanya, Selasa (8/3). Menurut mantan rektor Universitas Sam Ratulangi ini, karena masih berstatus isu, maka haru dicek kebenarannya di diknas setempat. Apabila memang benar terjadi, maka perlu diambil tindakan lebih lanjut dengan cara pendataan siapa-siapa yang terlibat dalam kasus tersebut baik guru maupun siswa.

"Untuk siswa harus diberikan pembinaan sekaligus dengan orang tua siswa sehingga berdampak pada efek jera, sedangkan gurunya diberikan sanksi tegas atau lebih jauh lagi diberikan skorsing", tegas Paruntu.

Lanjutnya, efek dari pendongkrakan nilai itu sangat buruk artinya bagi siswa itu sendiri karena diajarkan pembodohan dan manipulasi data yang sebenarnya.

"Jikapun siswa tersebut masuk dalam perguruan tinggi, maka dampaknya akan dirasakan sendiri; karena daya pikir dan daya tanggap mereka belum mampu menyerap semua mata pelajaran perkuliahan sehingga mengakibatkan stress dan bahkan bisa drop out dari perguruan tinggi yang dimasuki", ungkapnya prihatin.