Senin, 7 Maret 2011 – 18:44 WITA Telah dibaca 1923 kali

Sekolah di KK Lakukan Jual Beli Nilai?

Foto ilustrasi.

Isu tak sedap yang muncul dalam dunia pendidikan di Kotamobagu seakan mencoreng usaha pemerintah kota yang getol meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut. Menyeruak di tengah-tengah masyarakat, saat ini tengah terjadi jual beli nilai di tataran sekolah menengah atas (SMA), khususnya siswa kelas III dalam rangka mendongkrak perolehan nilai masuk perguruan tinggi bergengsi di SULUT. Adapun modus jula beli nilai dilakukan dengan mengubah sejumlah nilai yang ada dalam raport menjadi lebih baik dari nilai yanmg diperleh sebelumnya.

Menariknya, ketika hal ini akan dikonfirmaskan SUARAMANADO kepada pihak Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dikpora) Kotamobagu, melalui kepala bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Kadri Bangol SPd, Senin (7/3), melalui telepon selulernya, dirinya langsung membantah hal itu. Menurutnya, jual beli nilai sangat kecil kemungkinannya bila dihubungkan dengan penentuan penghitungan nilai kelulusan siswa.

"Penentuan kelulusan siswa dihitung berdasarkan nilai rapor dari semester tiga hingga semester lima. Makanya, kami rasa hal ini sangat suilit untuk dilakukan, sebab nilai kelulusan tersebut tidak dapat diutak-atik. Karena setiap semester ada pelaporan ke Diknas", terang Bangol.

Bangol juga mengakui kalau informasi tersebut sempat diperolehnya. Modus yang dilakukan oleh pihak sekolah, kata Bangol, yaitu dengan menawarkan perubahan nilai rapor kepada siswa dengan imbalan uang, dengan rumus matematis yang nantinya akan sangat berpengaruh pada penentuan nilai akhir kelulusan.

"Informasi ini sempat kami dengar. Makanya saat ini kami akan melakukan penelusuran dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat memperkuat hal itu. Sebab kalau memang terjadi demikian, maka hal ini benar-benar memalukan dunia penddiikan di Kotamobagu", tegasnya.

Lebih jauh dikatakan Bangol, selain melakukan penelusuran, pihaknya juga akan memberikan peringatan keras ke semua sekolah di Kotamobagu agar tidak melakukan hal yang memalukan sepereti itu.

"Jika ketahuan ada oknum guru di sekolah yang melakukan hal itu, maka kami akan menindaknya dengan tegas. Sebab selain melanggar kode etik pendidikan, oknum tersebut dapat dikenai sanksi melanggar peraturan kepegawaian yang ada. Bahkan, ini dapat dikenakan tindakan pidana yang dapat berakhir dengan proses hukum", tandasnya.