Jumat, 11 Maret 2011 – 11:53 WITA Telah dibaca 2494 kali

Terjadi di Pasar Gogagoman

Pungutan Liar Atas Nama Organisasi Adat

Usaha pemkot Kotamobagu untuk menggenjot perekonomian daerah melalui optimalisasi perekonomian di lingkungan pasar tradisional, ternyata dimanfaatkan oknum tertentu. Informasi yang diberikan sejumlah pedagang pasar tradisional, terjadi beberapa pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan organisasi kesukuan yang ada di Kotamobagu.

"Kami telah diminta uang sebesar Rp 15 – 60 ribu dengan alasan uang itu sebagai iuran untuk mereka di organisasi kesukuan, mengingat kami juga masuk dalam anggota organisasi tersebut. Padahal sepengetahuan kami hal itu tidak pernah disepakati ataupun dibahas sebelumnya", ujar Sartini, salah seorang pedagang di pasar tradisional Gogagoman di tempatnya berjualan.

Tidak hanya itu, Sartini juga mengatakan bahwa sejumlah oknum yang mengatasnamakan organisasi kesukuan menjanjikan kalau mereka akan memperjuangkan hak para pedagang untuk bisa mendapatkan tempat yang layak dalam relokasi pasar yang akan dilakukan oleh pemkot Kotamobagu nanti.

"Jadi kami dijanjikan tempat strategis dan layak untuk digelar dagangan. Makanya kami memberikan uang tersebut dengan harapan janji itu dapat direalisasi oleh mereka", tambah Sartini.

Sementara itu, mandor pasar Gogagoman, Rusli M Noor saat dikonfirmasi membenarkan hal itu, di mana Noor mengatakan bahwa informasi tersebut sudah didapatnya dari pedagang dan akan secepatnya disampaikan kepada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Penanaman Modal (Disparindagkop-PM) Kotamobagu.

"Keluhan mereka sudah kami tampung dan akan kami laporkan ke Dipsperindagkop-PM. Yang jelas iuran yang diminta kepada para pedagang di luar tanggung jawab kami", tandas Noor. (Ndo)