Sabtu, 10 Maret 2012 – 18:23 WITA Telah dibaca 1090 kali

Indonesia Jajakan Sinar Mentari di Pameran Wisata Paling Bergengsi

Dubes RI dan Menparekraf.

Indonesia yang secara astronomis terletak diantara 6° LU dan 11° LS dan dibawah ekuator serta secara geografis diapit diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Pasifik dan Hindia) ternyata merupakan anugrah yang tidak terkira dimana dengan posisi ini ditunjang dengan luas wilayah daratan sepanjang 1,9 juta km² dan luas lautan sebesar 3,1 juta km² membuat Indonesia menjadi negara yang mendapatkan sinar matahari paling banyak sepanjang tahun. "Indonesia has the most sun in the world, "demikian tegas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Mari Elka Pangestu dihadapan tak kurang dari 35 jurnalis asing dalam kesempatan Press Conference yang dilangsungkan di Berlin pada Kamis (8/3/12) dalam kaitan dengan partisipasi Indonesia pada bursa pariwisata paling bergengsi di Dunia yaitu Internationale Tourismus Börse di Berlin yang berlangsung pada tanggal 7 – 11 Maret 2012.

Secara cerdik hal ini diungkapkan Menteri Pangestu untuk menarik minat wisatawan mancanegara terutama dari Eropa yang selalu mendambakan sinar matahari yang tidak bisa mereka nikmati setiap waktu.

Menteri Pangestu dalam kesempatan tersebut juga menekankan banyak keunggulan daya tarik wisata Indonesia seperti hutan tropis yang terbesar di dunia setelah Brasil, keaanekaragaman hayati serta kekayaan etnis, budaya dan berbagai keunggulan kompetitif pariwisata Indonesia lainnya.

Rencana Strategis Pariwisata

Walaupun dengan modalitas yang begitu sempurna, namun tanpa pengelolaan serta promosi yang baik maka hal tersebut tak akan banyak berbicara. Untuk itu seperti dipaparkan Menteri Pangestu, Indonesia memiliki tiga rencana strategis untuk mendongkrak secara berkelanjutan kepariwisataan Indonesia.

Hal yang pertama kali akan dilakukan adalah dengan menerapkan Destination Management Organization (DMO). Hal ini secara terinci dimaksudkan untuk mengelola destinasi pariwisata secara terstruktur dan sinergis yang mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi, dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistemik melalui pemanfaatan jejaring, informasi dan teknologi, yang terpimpin secara terpadu dengan peran serta masyarakat, pelaku/asosiasi, industri, akademisi dan pemerintah yang memiliki tujuan, proses dan kepentingan bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan, volume kunjungan wisata, lama tinggal dan besaran pengeluaran wisatawan serta manfaat bagi masyarakat lokal.

Selain itu Indonesia juga mengembangkan Special Interest Tourism seperti wisata kapal pesiar, wisata bahari, spa, wisata belanja serta kuliner. Hal lain yang juga menjadi fokus yaitu pengembangan zona ekonomi khusus kepariwisataan.

Dengan portfolio baru yaitu dengan mengusung pariwisata dan ekonomi kreatif, Menteri Pangestu optimis bahwa target pariwisata Indonesia tahun 2012 sebesar 8 juta wisman dapat tercapai. Sementara untuk Jerman ditargetkan sebesar 150.000 orang berwisata ke Indonesia.

Untuk mencapai target ini Dubes RI Berlin Dr. Eddy Pratomo yang bertindak sebagai moderator konferensi pers tersebut menyatakan telah juga melakukan langkah-langkah promosi promosi wisata secara terus menerus di berbagai wilayah kerja KBRI Berlin seperti di Dressden, Halle, Rostock, Erfurt dll. "ITB Berlin sendiri dijadikan sebagai titik kuliminasi promosi pariwisata bagi KBRI Berlin", demikian ungkap Dubes Pratomo. Selain itu KBRI Berlin juga secara berkala mengadakan pertemuan dengan tour operator dan media dalam format Indonesian Update. Selain juga secara langsung KBRI Berlin mengadakan pelatihan dan pengembangan seni dan budaya seperti pelatihan gamelan, angklung, kolintang serta tari-tarian tradisional di KBRI. Hal yang paling menjadi trobosan adalah pemberlakuan pelayanan visa 1 jam kepada para pelancong Jerman yang akan bertandang ke Indonesia.

ITB Berlin merupakan ajang tahunan bagi setiap negara untuk mempertunjukkan kemajuan dan daya tarik wisatanya. Indonesia senantiasa berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut. Tahun ini merupakan keikutsertaan Indonesia yang ke-32 dalam ITB Berlin. Tahun depan Indonesia akan semakin unjuk gigi dalam ITB Berlin dimana Indonesia akan menjadi Country Partner ITB Berlin 2013. Hal ini juga disampaikan oleh Menteri Parekraf dalam konferensi pers tersebut.

Selain menyelenggarakan konferensi pers, hari kedua ITB Berlin diisi oleh delegasi Indonesia dengan mengadakan industrial gathering yang dihadiri juga Sekretaris Jenderal United Nation World Tourism Organization (UNWTO), Mr. Thalib Rifai, dikemas dengan format jamuan cocktail dimana pembeli dan penjual produk-produk pariwisata Indonesia bertemu. Dalam kesempatan ini secara khusus Sekjen UNWTO bertemu dengan Menteri Pangestu guna membahas isu pariwisata dalam pertemuan G20 untuk dimasukkan dalam Leader’s Statement terutama dalam butir ketenagakerjaan.