Sabtu, 7 Maret 2015 – 02:51 WITA Telah dibaca 449 kali

Menlu Belgia Sebut Penembakan di Mali Sebagai Serangan Teroris

Ilustrasi Pistol Luar

SUARAMANADO, Internasional: Satu warganya tewas dalam penembakan di Bamako, Mali, otoritas Belgia menyatakan kecamannya. Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders menyebut penembakan ini sebagai serangan teroris.


"Saya mengecam teror mengerikan yang pengecut ini, yang telah terjadi", ucap Menlu Reynders kepada wartawan di sela-sela menghadiri konferensi Menlu Uni Eropa di Riga, Latvia, seperti dilansirReuters, Sabtu (7/3/2015).

"Menurut informasi, ini mungkin serangan teroris", imbuhnya.

Lima orang dipastikan tewas dalam penembakan pada Sabtu (7/3) dini hari ini. Tiga di antaranya merupakan warga Eropa, yang terdiri atas satu warga Prancis, satu warga Belgia dan satu lagi belum diketahui kewarganegaraannya.

Reynders menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas, termasuk keluarga satu warga Belgia. "Pikiran saya tertuju bagi korban dan keluarga mereka", tuturnya seperti dilansir AFP.

Dalam forum yang sama, Kepala Departemen Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini menyebut, salah satu korban dalam penembakan tersebut, bekerja untuk kantor Uni Eropa di Mali, di mana blok 28 negara menjalankan misi untuk membantu polisi dan tentara setempat.

Namun sayangnya, Mogherini enggan menyebut asal kewarganegaraan korban yang dimaksud.

Belum diketahui pasti berapa jumlah pelaku dalam penembakan ini. Kepolisian setempat menyebut ada satu pria bersenjata yang melepas tembakan di dalam restoran. Namun informasi lain menyebut pelaku ada tiga orang.

Saksi mata menyebut para pelaku berhasil kabur dengan dua kendaraan. Sedangkan seorang sumber intelijen senior, seperti dilansir Reuters, menyebut kepolisian setempat telah menangkap dua orang terkait penembakan ini. Motif penembakan masih belum diketahui pasti.