Senin, 23 Februari 2015 – 16:55 WITA Telah dibaca 943 kali

Jadi Donor Sperma, Pria Ini Bakal Jadi ‘Ayah’ dari 55 Anak di Inggris

Sperma

SUARAMANADO, Internasional: Banyak anak banyak rezeki, mungkin itu motto yang dipegang Declan Rooney. Sebab, pria 42 tahun ini mengklaim dirinya adalah donor sperma terbaik di Inggris yang telah membantu lebih dari 30 perempuan memiliki anak.


Tidak hanya mendonorkan spermanya, Rooney juga mengaku sudah memiliki enam anak hasil dari hubungannya dengan tiga wanita yang berbeda. Jadi, ia memiliki potensi menjadi ayah bagi 55 anak, dengan 15 wanita yang kini tengah menjalani tes kehamilan berkat sperma yang diberikan Rooney.

Bahkan, lewat akun facebooknya, Rooney yang sehari-harinya bekerja sebagai desainer web ini menawarkan bantuan bagi para wanita atau pasangan suami istri yang kesulitan memiliki anak. Menanggapi hal ini, para ahli menyatakan apa yang dilakukan Rooney sangat berbahaya karena ia membuat ‘bom waktu’ dengan tidak menghiraukan pedoman resmi donasi sperma yang hanya dapat didonorkan pada maksimal 10 orang.

Anak-anak dari sperma Rooney ini dapat tumbuh besar tanpa benar-benar mengetahui siapa ayah mereka, dan jarak tinggal antara masing-masing anak kurang dari 50 mil. Hal ini dapat mengakibatkan pertemuan dan kemungkinan yang tidak diinginkan pada anak-anak dengan garis keturunan seayah ini. Sejauh ini, banyak situs yang mengiklankan donasi sperma secara ilegal. Mereka pun hanya melakukan barter tanpa perlu membayar mahal pada tes kesuburuan yang seharusnya dilakukan di bawah pengawasan dokter.

"Saya bersedia membantu melalui inseminasi buatan maupun alami tanpa pamrih. dan saya tidak melakukan seks langsung dengan perempuan yang akan menerima donor sperma saya", kata Rooney, dikutip dari Daily Mail, Senin (23/2/2015).

Namun, Rooney tak menyangkal jika sesekali ia juga menerima sedikit imbalan dari para kliennya. Setelah berhasil membantu para kliennya, diakui Rooney ada kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri yang ia rasakan. Hingga kini, Rooney mengaku sudah menerima lebih dari 5.000 surat elektronik yang memintanya untuk melakukan donor sperma. Namun, laki-laki yang tinggal di Middlesbrough ini tidak mau melakukan donor sperma jika wanita yang akan menerima donornya berjarak lebih dari 50 mil dari rumahnya.

Sementara itu, pihak Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA) menyatakan sayang sekali jika pasangan suami istri atau wanita mereka menemukan donor sperma secara online, bukan melalui sebuah klinik berlisensi. Selain risiko keselamatan pribadi bagi para wanita, donor sperma yang belum melakukan skrining bisa saja menurunkan penyakit tertentu kepada anak-anaknya kelak.

Dr Suvir Verkantaraman dari London’s Harley Street Fertility Clinic juga menambahkan, "Sebuah klinik fertilisasi legal akan menginformasikan pada anak-anak tersebut siapa yang menjadi pendonor mereka, sehingga mereka terhindar dari hubungan seksual dari gen yang sama".

Namun Rooney mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki masalah kesehatan dari lima generasi sebelumnya. dan ia juga meyakini bahwa anak-anaknya tidak akan tertarik pada gen yang sama. Rooney sendiri pernah dipenjara selama tujuh bulan pada tahun 1993 karena telah merusak fasilitas negara dengan menggambar grafiti, dan mengakibatkan kerusakan sebesar Rp 1,1 miliar. Hal ini biasanya akan ia ceritakan jika para calon ‘ibu’ bertanya mengenai masalah kriminal di masa lalunya.

"Ketika muncul kejadian seseorang bertekad untuk menghamili wanita sebanyak mungkin, ia tidak mempedulikan kesejahteraan anak dan perempuan itu sendiri. Pemasaran sperma secara online seperti ini mirip dengan misi eugenika, dan saingannya sangat banyak", kata sosiolog Claire McQuoid yang banyak menangani kasus perempuan korban penyalahgunaan donor sperma.