Minggu, 28 Juni 2015 – 20:09 WITA Telah dibaca 755 kali

Buronan Berbahaya Ditembak, Mimpi Buruk Warga New York Berakhir

Richard Matt (kiri) dan David Sweat (kanan)

SUARAMANADO, Internasional: Perburuan besar-besaran narapidana pembunuhan yang kabur dari penjara New York, Amerika Serikat telah berakhir. Satu narapidana yang masih kabur berhasil ditembak dan ditangkap.


Narapidana bernama David Sweat ditangkap di lokasi berjarak 3 kilometer dari selatan perbatasan Kanada pada Minggu (28/6). Dia ditembak oleh salah satu petugas kepolisian dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan media. Otoritas setempat menyatakan, Sweat dalam kondisi stabil di rumah sakit. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2015).

Sweat melarikan diri bersama Richard Matt dari Lembaga Pemasyarakatan Clinton, New York pada 6 Juni lalu. Perburuan kedua narapidana ini melibatkan 1.300 personel kepolisian dan penegak hukum lainnya selama tiga minggu terakhir.

Matt ditemukan lebih awal oleh agen federal AS dan telah tewas ditembak pada Jumat (26/6) lalu, di kota Malone yang berjarak 16 kilometer dari perbatasan Kanada. Hasil autopsi menunjukkan Matt ditembak tiga kali di bagian kepala hingga tewas.

"Mimpi buruk akhirnya berakhir", ucap Gubernur New York Andrew Cuomo kepada wartawan.

Gubernur Cuomo menjelaskan, Sweat ditemukan dalam keadaan tidak bersenjata dan mengenakan pakaian kamuflase ketika ditemukan oleh seorang polisi setempat. Si polisi melepas tembakan 2 kali ke bagian dada Sweat, ketika Sweat berusaha melarikan diri.

Sebuah foto yang beredar di media AS menunjukkan bagaimana Sweat yang berlumuran darah tengah diamankan polisi. Otoritas AS mengkhawatirkan buronan narapidana ini berniat melarikan diri ke perbatasan Kanada.

"Dia sudah dekat, dan kami senang berhasil menangkapnya dan tidak kehilangan jejaknya lagi. Ini sudah berlangsung tiga minggu", tutur Inspektur Kepolisian New York, Joseph d’Amico.