Rabu, 22 Juni 2016 – 02:17 WITA Telah dibaca 852 kali

Tidak Always Lagi, Abaikan Hak Karyawan

Deprov: Hadirkan Bos Coca-Cola

PT BWG yang memproduksi dan memasarkan Coca-Cola di wilayah Sulawesi Utara mengabaikan hak karyawannya.(ist)

SUARAMANADO, MANADO - "Always Coca-cola", sepertinya bukan lagi label yang bagus untuk minuman kelas internasional, Coca-Cola..! Pasalnya manajemen produk minuman ini gampang mengabaikan hak karyawannnya, bahkan terungkap Rp 19 Miliar setoran ke BPJS Naker yang menjadi hak karyawan diabaikan PT BWB.

Upaya ratusan karyawan Coca-Cola dari eks PT Bangun Wenang Beverages (BWB) mendapat bantuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (SULUT) masih belum ada jalan keluar. Perjuangan hak mereka terbengkalai setelah mediasi kedua Selasa (21/06/2016), manajemen PT BWB tidak hadir.

"DPRD hanya sebatas mediasi, dan upaya lanjutan atas ketidak hadiran pimpinan perusahaan, akan ada pertemuan ketiga terakhir untuk menghadirkan Bos perusahaan", jelas Vanny Legoh, Wakil Ketua Komisi IV DPRD SULUT, kemarin.

Terkait penyelesaian tuntutan karyawan, Anggota Komisi IV Herry Tombeng usulkan dibentuk tim negosiasi untuk menemui Bos perusahaan tersebut. "Ini upaya meminimalisir hak karyawan tertunggak lama, lalu ada pertimbangan hari raya", kata Tombeng.

Sementara Dinas Tenaga Kerja Pemprov SULUT menyatakan, upaya penyelesaian sudah dilakukan para karyawan sesuai mekanisme dan aturan dengan menghubungi manajemen PT BWB.

"Kami sedang mengumpulkan data untuk menindak tegas perusahaan sesuai aturan", ujar Marcel Sendouw, Kadisnaker SULUT.

Diketahui pertemuan pertama dengan DPRD SULUT, ratusan karyawan mengeluh mereka kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak PT BWB. Para karyawan menuntut perusahaan tersebut membayar tunggakan upah selama empat bulan serta melunasi tungggakan Rp 19 Miliar kepada BPJS tenaga kerja yang dipotong dari gaji mereka tapi tak disetor manajemen PT BWB.