Jumat, 23 Maret 2012 – 15:48 WITA Telah dibaca 1805 kali

Umat Hindu Bolmong Rayakan Nyepi

Berpusat di desa Werdhi Agung kecamatan Dumoga Barat, umat Hindu se Bolaang Mongondow Jumat (23/3) hari ini merayakan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1934). Sehari sebelumnya saat Bupati Bolmong Hi Salihi B Mokodongan (SBM) dan rombongan berkunjung, seluruh umat yang akan merayakan Nyepi keesokan harinya menyambut dengan antusias kedatangan orang nomor satu di kabupaten itu.

Kedatangan bupati di tempat tersebut selain wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap hari-hari besar keagamaan, sekaligus juga keinginan top eksekutif Bolmong itu untuk menyaksikan Upacara Melasti, sekaligus pawai Ogoh-ogoh yang diupacarakan pada 22 Maret, sebelum peringatan Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1934) yang jatuh pada Jumat (23/3) hari ini.

'‘Warga kami (Umat Hindu di Dumoga Barat, red) terobati dengan kedatangan bupati dan wabup, mereka merayakan penyepian sehari penuh dengan khusuk, stabilitas kamtibmas juga terkendali berkat kerjasama dengan TNI dan Polri’,' aku Camat Dumoga Barat S Mashanafi, diiyakan Camat Dumoga Timur Yohanes Lomban, dan Camat Dumoga Utara Eko P S.Hut.

Menurut Bupati Hi Salihi B Mokodongan, umat Hindu di Indonesia bahkan dunia sedang merayakan hari raya Nyepi. di Bolaang Mongondow sendiri umat yang sama turut merayakannya, terlebih yang berada di Dumoga Raya (Kecamatan Dumoga Timur, Dumoga Utara, dan Kecamatan Dumoga Barat).Adabeberapa rangkaian yang sudah dilalui dan 23 Maret kemarin merupakan puncak dari semua puncak kegiatan umat Hindu Dharma. '‘Sebagai pemerintah tentunya mengucapkan selamat hari raya Nyepi, apalagi pada hari itu mereka melaksanakan puasa. Bagi umat yang merayakan laksanakan dengan penuh keimanan yang kuat, serta bisa saling hidup rukun antar sesama umat beragama karena kerukunan antara umat beragama itu penting’,' pesan Salihi sembari menambahkan intinya pengendalian hawa nafsu.

Salah satu petinggi Parisade Bolmong Raya Ir I Wayan Gede mengatakan, ada beberapa rangkaian perayaan Nyepi. Pertama, melasti yaitu umat Hindu memohon air suci untuk pembersihan alam semesta. Kedua, taur kesanga dengan pawai Ogoh-ogoh dengan tujuan untuk menetralisir kekuatan unsur negatif sehingga terjadi hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. dan prosesi ketiga, nyepi. Nyepi yaitu mulat sarira atau perenungan diri atau instropeksi dan pada saat itu umat Hindu melaksanakan catur brata yakni, amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melaksanakan kerja fisik), amati lelanguan (tidak menikmati hiburan),amati lelungaan (tidak bepergian). '‘Yang pasti, pada intinya adalah pengendalian hawa nafsu pada diri manusia. Jadi pada hari nyepi umat hindu melaksanakan puasa’,' ungkap Wayan yang juga Kadis Perikanan dan Kelautan Bolmong itu, Kamis (22/3) sebelum perayaan Nyepi.

Upacara melasti dan Ogoh-ogoh tersebut selain dihadiri Bupati Hi Salihi B Mokodongan dan Wabup Yanny R Tuuk STh, juga Ketua PAN SULUT Ir Hj Tatong Bara, Asisten I Drs Cristoffel T Kamasaan, Asisten II Drs Djek Damopolii, Kepala BP3MS Ir Djakia Mokodongan MAP, Kepala BKD Sunge Paputungan, Camat Dumoga Barat Drs S Mashanafi, Camat Dumoga Timur Yohanes Lomban, Camat Dumoga Utara Eko P S.Hut, tokoh agama, tokoh masyarakat se Dumoga Raya, dan tamu lainnya.