Kamis, 3 Mei 2012 – 13:33 WITA Telah dibaca 1525 kali

Imandi-Tambun Tawuran, Gubernur Imbau Tahan Diri

Guna mengantisipasi perkembangan yang terjadi terakhir ini di Kabupaten Bolaang-Mogondow, terutama peristiwa tawuran antar kampung (tarkam) yang melibatkan warga di dua desa bertetangga yaitu desa Imandi dan desa Tambun Kecamatan Dumoga Timur yang terjadi pada Kamis subuh (3/5), maka Gubernur SULUT Dr. Sinyo Harry Sarundajang langsung menggelar pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi SULUT.

Pertemuan digelar di ruang rapat Gubernur SULUT dan diikuti Kapolda Brigjen (Pol) Decky Atotoy, Kepala BIN Brigjen TNI Supangkat, dan Rem 131 Satiago Kol (Inf) Bert Maliogha, dan Lanudsri Letkol (Pnb) Jorry Koloay, dan Lantamal di wakili Asrena Kol. Laut (P) Kimayatul Islam, Kejati diwakili Wakajat Eddy Rakamto, SH, KPT Manado Andi Ware Pasinringi, SH, serta Wagub Dr.Djouhari Kansil MPd, Sekprov Ir. SR. Mokodongan dan Kaban Kesbang dan Politik Gun Lapadengan, SH. Fokus pembicaraan dalam pertemuan tersebut selain membahas perkembangan situasi dan kondisi keamanan secara menyeluruh yang terjadi terakhir ini di daerah SULUT, juga membahas peristiwa tarkam yang melibatkan warga dua desa tersebut.

Gubernur Sinyo Sarundajang usai menyampaikan sambutan melalui rekaman Televisi/RRI Manado dalam rangka menyambut Perayaan Hari Tri Suci Waisak ke-2556 Tahun 2012 di ruang kerjanya, mengungkapkan keprihatinannya terkait peristiwa tawuran yang terjadi di dua desa yang bertetangga Imandi dan Tambun. Peristiwa seperti ini sebelumnya juga pernah terjadi sehingga mengakibatkan banyak korban jiwa melayang termasuk rumah-rumah penduduk mengalami kerusakan waktu itu.

"Seharusya semua pihak belajar dari peristiwa yang pernah terjadi agar tidak ada korban yang jatuh dengan sia-sia", tegas Sarundajang. Gubernur mengimbau, agar warga Tambun dan Imandi mampu menahan diri, menghindari hal-hal yang dapat memicu pertikaian dan meminta agar peristiwa ini tidak terjadi lagi. Aparat keamanan dan Pemerintah Daerah setempat diminta untuk meneliti penyebab kejadian sebab informasimasinya masih simpang siur dan mengambil langkah yang komprehensif untuk menyelesaikannya.
Sumber: Humas Setdaprov SULUT.