Selasa, 1 Mei 2012 – 12:35 WITA Telah dibaca 1417 kali

Wabup Buka Rapat Kerja Terbatas Program Kependudukan dan KB

Wakil Bupati Bolaang Mongondow Bapak. Yanny Ronny Tuuk, S.Th didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs. Jack Damopolii, membuka Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) Program Kependudukan dan KB Kabupaten Bolaang Mongondow, bertempat di Rumah Makan Sitti Ramadhina Lolak.

Rapat yang bertema "Melalui Peningkatan Komitemen Stakeholder dan mitra kerja serta partisipasi masyarakat kita tingkatkan kinerja untuk mempercepat pencapaian sasaran pembangunan KKB", bertujuan untuk Terwujudnya kebijakan strategis untuk memenuhi sasaran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014 Program Kependudukan dan Keluarga Berencana menuju Bolaang Mongondow yang Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera.

Rakertas yang berlangsung dari pukul 08.30 sampai 16.30 turut dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Sulawesi Utara Dra. Elizabeth Kudji, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Bolaang Mongondow Hj. Asna Damopolii, S.Pd serta para pimpinan SKPD se-Kabupaten Bolaang Mongondow.

Dalam Sambutannya Wakil Bupati menekankan kepada Segenap Jajaran Badan Kependudukan Keluarga Berencana dan PP serta Instansi terkait agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut:Kiranya segera menyiapkan dan melakukan upaya Penguatan Promosi Nasional KB secara kontinyu. Selain menurunkan angka kelahiran, juga harus mampu memenuhi hak reproduksi penduduk, pencegahan masalah kesehatan reproduksi dan seksual, terutama bagi kaum remaja serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu, bayi dan anak.Tingkatkan Komitmen dan mengajak semua lapisan masyarakat, untuk bahu-membahu dalam menguatkan Program Pembangunan Kependudukan dan Perluasan Cakupan Program KB, mendorong partisipasi keikutsertaan semua pasangan usia subur, untuk memperoleh akses yang luas terhadap pelayanan kontrasepsi terutama bagi kalangan pria, agar menjadi akseptor KB.

Mengingat peserta KB pria sampai dengan bulan Desember 2011 sangat rendah yaitu 0,09% dibandingkan dengan kalangan perempuan yang mencapai 77,69%.Agar selalu mengupayakan tersedianya informasi dan akses, terhadap ketersediaan alat kontrasepsi yang murah serta dapat dijangkau, dan tersedia pula dukungan tenaga/penyuluh lapangan sebagai ujung tombak dalam memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya Keluarga Berencana.Selain itu Wakil Bupati mengajak untuk sepakat dan bertekad untuk merevitalisasi KB sebagai perhatian prioritas yang tinggi, dalam Pembangunan Nasional guna menyikapi pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun.

Diharapkan ke depan perlu segera menyusun langkah konkrit dan terkoordinasi, guna menurunkan lajunya pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas penduduk terutama dibidang Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi Keluarga.