Rabu, 25 April 2012 – 17:03 WITA Telah dibaca 1104 kali

Bersatu Support Pemberdayaan Petani

Pemkab Bolmong melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) intens turun ke lapangan untuk memberdayakan petani dalam upaya peningkatan produksi pangan.

Langkah ini dilakukan mengingat Bolmong merupakan salah satu daerah di SULUT yang memproduksi gabah kering giling. Apalagi baru-baru ini, Bupati Hi Salihi B Mokodongan melakukan penandatanganan nota kesepakatan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemprov SULUT, dimana Bolmong ditargetkan sekira 208.595 ton gabah kering giling.

Data yang dihimpun Tim Pemberitaan Humas Bolmong tercatat, Bolmong mendapat alokasi dana DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp4,619 miliar. Dana miliaran itu untuk masyarakat petani yang diwujudnyatakan dalam kegiatan pengadaan handtraktor 3 unit, pembangunan infrastruktur jalan usaha tani sekira 10 kilometer, pembangunan infrastruktur jaringan irigasi tingkat usaha tani 600 hektar, dan pembangunan infrastruktur jaringan irigasi tingkat desa sekira 900 hektar. '‘Kami optimis target tersebut dapat tercapai karena capaian produksi tahun lalu (tahun 2011, red) sudah 200 ton lebih yang merupakan hasil dari padi dan ladang’,' kata Kadispertanak Ir Hi Taufik Mokoginta, diiakan Wabup Yanny R Tuuk STh dan Asisten II Drs Djek Damopolii.

Ia menambahkan, pihaknya sudah berkomitmen terhadap peningkatan produksi tanaman pangan terutama beras karena Bolmong merupakan sentra produksi pangan dan ikon SULUT. '‘Ini yang turut memotivasi kami untuk Bolmong ke depan’,' katanya optimis.

Senada dengan itu, Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dispertanak Bolmong Ir D Sri Adyani mengatakan, langkah operasional untuk bisa sampai ke sasaran produksi, diantaranya peningkatan luas lahan, peningkatan produktifitas melalui upaya penyediaan benih unggul bermutu dan perbaikan insfrastruktur. '‘Tidak kalah penting pemberdayaan kelompok tani’,' kata Sri melalui tim Pemberitaan Humas Bolmong, kemarin.

Ditambahkan Sri, cara lainnya juga melalui peningkatan ketahanan pangan terintegrasi, peningkatan produksi dan mutu tanaman pangan, dan gerakan sentuh tanah. '‘Artinya memberdayakan lahan tidur melalui lahan yang tersedia’,' tutupnya.

Data yang dihimpun Tim Pemberitaan Humas Bolmong tercatat, Bolmong mendapat alokasi dana DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp4,619 miliar. Dana miliaran itu untuk masyarakat petani yang diwujudnyatakan dalam kegiatan pengadaan handtraktor 3 unit, pembangunan infrastruktur jalan usaha tani sekira 10 kilometer, pembangunan infrastruktur jaringan irigasi tingkat usaha tani 600 hektar, dan pembangunan infrastruktur jaringan irigasi tingkat desa sekira 900 hektar.