Rabu, 18 April 2012 – 15:38 WITA Telah dibaca 3294 kali

Sosok Kartini Harus Jadi Teladan

Seratus tiga puluh tiga tahun yang lalu, lahirlah tokoh perempuan yang banyak menjadi inspirasi kaum perempuan di Indonesia. Tokoh pahlawan nasional asal Jepara ini selalu dikenang oleh kaum perempuan. Dialah Raden Ajeng (RA) Kartini. Perempuan tangguh yang lahir pada 21 April 1879 itu dikenal tokoh wanita abadi disepanjang masa. Apalagi dikenal anak bangsawan dan masih sangat melekat adat istiadat yang tinggi.

Nah, beliaulah sosok wanita sederhana yang terus dikenang wanita Indonesia masa kini. Penegasan itu disampaikan Bupati Hi Salihi B Mokodongan yang diberitakan tim Pemberitaan Humas Bolmong. '‘Saya mengajak kita sekalian untuk merenung, mengenang para pendahulu, pelopor, pejuang kaum perempuan yang telah mengorbankan jiwa dan raga, berjuang tanpa pamrih membebaskan kaum perempuan dari belenggu keterbelakangan dan kebodohan’,' urai Salihi dalam momentum menyambut upacara peringatan Hari Kartini ke-133, Rabu (17/4).

Dia menambahkan, seluruh satuan perangkat daerah (SKPD) untuk terus memantau apakah perlindungan terhadap kaum perempuan dari kekerasan, ketidakadilan, dan pelanggaran akan hak asasinya benar-benar sudah dilaksanakan. '‘Kita juga berharap agar kaum perempuan diberikan kesempatan, peluang, dan ruang yang lebih luas baik pusat maupun di daerah, untuk memilih profesi apa yang akan ditekuni, serta menduduki jabatan yang sesuai dengan kapasitas, kualitas dan kemampuan SDMnya’,' katanya.

Papa Da’a begitu Salihi B Mokodongan disapa, kembali menjelaskan, bagi sesama kaum perempuan untuk terus saling memberdayakan. Ini dilakukan agar menjadi Human Capital yang dapat diandalkan. '‘Perlu juga diingatkan bahwa sebelum kita memperdayakan orang lain, maka pastikan bahwa diri kita sudah berdaya terlebih dahulu. Hal tersebut bisa kita analogkan seperti di dalam pesawat, bila tekanan udara drop secara tiba-tiba, dan kita harus menggunakan masker oksigen, maka yang harus kita lakukan adalah menggunakan masker terlebih dahulu sebelum menolong orang lain’,' ungkapnya..

Sejalan dengan itu semua, menurut Salihi, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat untuk terus mengupayakan tercapainya Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015, yang merupakan kesepakatan bersama negara-negara anggota PBB untuk membangun masyarakat. Dalam pencapaian target MDGs itu, tingkat pendidikan menjadi sangat penting, guna menanggulangi kemiskinan. Masih banyaknya juga perempuan dengan pengetahuan dan pendidikan yang kurang memadai menjadikan mereka (perempuan) sebagai bagian dari penduduk yang hidupnya masih di bawah ambang garis kemiskinan. '‘Jadi, diperlukan pendidikan formal yang lebih baik, maupun pendidikan vokasional atau keterampilan agar terjadi perubahan yang signifikan’,' katanya.

Sebelum menutup pembicaraan, Bupati SBM, mengajak kepada semua pihak untuk senantiasa memupuk dan menumbuhkembangkan semangat kebersamaan, persaudaraan, serta rasa kekeluargaan dan kesetiakawanan dengan selalu menjaga persatuan dan kesatuan di bumi Bolaang Mongondow, sehingga tetap terpelihara dalam semangat mototompiaan, mototabian, bo mototanoban, mobobangkalan bo mobobahasaan (saling memperbaiki, saling menyayangi, dan saling mengingatkan, serta saling menghargai dan berbahasa yang baik), demi terwujudnya Bolmong Yang Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera. '‘Ini yang menjadi penyemangat untuk membangun Bolmong ke arah yang lebih baik’,' katanya, didampingi Wabup Yanny Ronny Tuuk STh dan Sekda Drs Hi Farid Asimin MAP. '‘Meski Kartini telah tiada namun sosok beliau menjadi kebanggaan kaum perempuan di Indonesia. Juga kesetaraan mendapatkan pendidikan bagi kaum perempuan dan pria telah banyak mengubah negri tercinta ini. Buktinya sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin’,' sambung Asisten Pemerintahan Drs Cristoffel T Kamasaan.

Sementara itu, Badan Kesbangpol dan Linmas Bolmong Dondo Mokoginta SH dan Kaban Pemberdayaan Perempuan dan KB Hi Asna Damopolii Spd super sibuk mempersiapkan agenda upacara yang rencananya digelar di Halaman Kantor Bupati, Senin (23/4) mendatang.

Upacara KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia) ini dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Perlindungan Masyarakat (Linmas) (Perlindungan Masyarakat), Hari Lahir Raden Ajeng (RA) Kartini, dan Hari Otonomi Daerah. '‘Kami selaku panitia sedang mempersiapkan segala kebutuhan jelang HUT’,' kata Kepala Kesbangpol dan Linmas Hi Dondo Mokoginta SH diiyakan Kaban Pemberdayaan Perempuan dan KB Hj Asna Dadu-Damopolii SPd.