Rabu, 4 April 2012 – 15:35 WITA Telah dibaca 1152 kali

SBM: Kerja Keras, Cerdas dan Tuntas

Bupati SBM dalam suatu kesempatan.

Top eksekutif Bolaang Mongondow, Hi Salihi B Mokodongan dan Yanny Ronny Tuuk STh sudah sekitar sepuluh bulan ini tidak berhenti turun ke jalan, mulai dari urusan pemerintahan, bakti sosial sampai hajat hidup dan mati, semuanya dilalui dengan enjoy.

Gerobak bakso dengan merek '‘sabar menunggu’' itu mencantol di bokong sebuah sepeda motor bebek. di atas sadel nangkring Agus R Pinem, sang juragan bakso cilok, di sisi lapangan Kantor Bupati, Desa Lalow, Kecamatan Lolak. Lelaki 54 tahun itu nanap menatap panggung di kejauhan.

Di atas podium, Bupati Hi Salihi B Mokodongan, sedang angkat bicara berbusa-busa. Tapi, '‘Saya hanya ingin mengingatkan pegawai, berhati-hati di jalan’,' kata beliau. Bupati SBM itu '‘cuma’' sedang berpidato, diselipi canda, apalagi banyak PNS yang berdomisili di Kota Kotamobagu. Ini hanyalah sepotong seremoni Bersatu (bersama Salihi-Tuuk), sebelum beliau ke Jakarta ikut bimtek di Kemendagri RI.

Selama hampir empat triwulan ini, pasangan Bersatu ini menghabiskan waktu menandangi desa-desa yang tersebar di 12 kecamatan untuk menyampaikan program pemerintah, baik itu menyangkut pelaksanaan program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Dalam kunjungan ke desa-desa, selain rombongan yang diangkut mobil dinas DB 1 D dengan pengawalan mobil patwal, ikut juga sejumlah petinggi muspida (sekarang forum koordinasi pimpinan daerah), termasuk istri Haji Salihi, yang juga First Lady Bolmong Ny Hj Rumi Mokodongan-Dilapanga dan istri Wabup Tuuk, Ny Lesly L Tuuk-Kaligis, dan wartawan.

Meski belum genap setahun memimpin daerah, tetapi, sudah banyak berbuat untuk rakyat dan terlihat di sejumlah tempat. Pasangan Bersatu itu selalu tampil enjoy di lapangan, pasar, desa, kawasan pesisir, hingga menyusuri desa terpencil. Tak jarang, di tengah pidato, ia menyelipkan kata persaudaraan, perdamaian dan menjaga stabilitas kamtibmas’.‘Stabilitas kamtibmas diatas segalanya’,' kata Plt Sekda Drs Hi Farid Asimin MAP menirukan pidato SBM.

Pasangan Bersatu bukan satu-satunya yang bersibuk-sibuk. '‘Sindrom’' rajin tampil juga seperti menjangkiti Sekretaris Daerah Drs Hi Farid Asimin, Asisten Pemerintahan Drs Cristoffel Titov Kamasaan dan Asisten Administrasi Pembangunan, Ekonomi dan Kesra Drs Djek Damopolii, serta Kepala BKD Sunge Paputungan BSc, Kepala BP3MS Ir Hi Djakia Mokodongan MAP dan sejumlah pimpinan SKPD.Belakangan ini, mereka-mereka itu mulai lincah meluncur ke berbagai desa, meski sebatas perintah dan menjalankan tugas atasan, bupati dan wakil bupati.

Kepada tim pemberitaan Humas Bolmong, Bupati SBM mengatakan kedatangannya ke desa-desa itu sebatas aktivitas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan selaku bupati yang dipercayakan rakyat. '‘Juga melantik sangadi hasil pilsang, sekaligus mengingatkan rakyat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, serta waspada mengantisipasi fenomena alam akibat cuaca yang tidak menentu’,' kata Salihi, baru-baru ini.

Pengusaha ikan Bolmong Raya itu mencontohkan kegiatannya '‘Senin Bete’‘alias Senin Bebas Temuan. Kegiatan tersebut selain mengevaluasi seluruh kegiatan SKPD, juga bagian dari program Bersatu untuk tertib administrasi pengelolaan keuangan disetiap SKPD. Apalagi pemda sedang mengejar opini WTP. Menurutnya juga, PNS harus inovatif. Inovatif terkait kemampuan PNS dalam mengkaji pekerjaannya dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan tehnologi. '‘Akan sangat lebih baik lagi jika hasil kajian tersebut dapat memberikan sumbangsih yang jelas pada perbaikan dan kesempurnaan sistem, jadi sudah saatnya kita merubah pola pikir’,' ungkapnya.

Di era reformasi birokrasi dewasa ini, lanjut Mokodongan, seluruh PNS diharapkan dapat melaksanakan prinsip-prinsip pemerintahan dengan baik, menciptakan good dan clien governance (pemerintahan yang baik dan bersih), dengan memangkas habis penyakit-penyakit birokratisme. SBM juga kembali mengingatkan para pejabat untuk semakin pro aktif dan kooperatif dalam kinerja dan juga membenahi beberapa hal yang masih dinilai kurang. '‘Mari terus bekerja secara luar biasa, tidak hanya bekerja biasa-biasa saja. Konsep ini terpulang pada semangat kerja masing-masing PNS’,' tegas SBM, sembari mengingatkan tentang bagaimana menjaga kepercayaan dengan terus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas’.‘Kepercayaan yang diberikan pimpinan harus dijabarkan dalam motivasi dan loyalitas sehingga ada karya dan kerja’,' tambahnya, diiyakan Wabup Pdm Yanny R Tuuk STh.