Jumat, 30 Maret 2012 – 16:45 WITA Telah dibaca 958 kali

BBM Naik, Pemda Waspadai Penimbunan Sembako

Foto: kantor Bupati Bolmong di Lolak.

Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi Rp1.500 per liter, menjadi Rp6.000 tidak membuat harga kebutuhan pokok jenis sembako (sembilan bahan kebutuhan pokok) di Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow (Bolmong) ikutan naik.

Berdasarkan data terbaru Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bolmong yang dihimpun tim pemberitaan bagian Humas Bolmong tercatat harga beras jenis sultan dan CH dipasaran periode Maret 2012 sebesar Rp8.000 per kilogram. Selanjutnya, telur ayam sebesar Rp1.500 per butir. Kemudian harga tepung terigu jenis kompas Rp7.000 per kilogram, diluar harga tepung tapioka yang mencapai Rp8.000 per kilogram. Sedangkan jagung sebesar Rp1.900 per kilogram (selanjutnya,lihat grafis).

Kadisperindag) Bolmong Ir George E.D Tanor, membenarkan hal itu. Menurutnya, dari hasil pantauan di pasar, harga kopra kadar 15% Rp4.800 per kilogram, harga cengkih masih Rp70 ribu per kilogram, coklat (cacao) Rp15.500 per kilogram, dan vanili kering Rp75 ribu per kilogram. Sementara pala naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. '‘Pemantauan sudah kami lakukan sejak awal bulan Maret lalu’,' kata Tanor melalui press release ke Bagian Humas Bolmong, kemarin.

Dia menambahkan, tim Disperindag tidak pernah putus memantau harga-harga kebutuhan pokok, baik sebelum dan paska naiknya harga BBM. '‘Kami juga berharap pengusaha dan pedagang untuk tidak melakukan spekulasi harga, apalagi mempermainkan harga. Itu jelas tidak dibenarkan dan bila kedapatan pasti akan ada sangsi sesuai aturan’,' tandasnya.

Mantan Kepala Balitbangda Bolmong ini kembali menjelaskan, staf dilapangan setiap harinya selalu melaporkan kondisi harga. Namun, sampai sekarang stok tersedia dan juga dalam kondisi normal. '‘Yang pasti, stok tersedia’,' kata Tanor, diiyakan Asisten II bidang Administrasi Pembangunan, Perekomonian dan Kesra Drs Djek Damopolii.

Sementara itu, Bupati Bolmong Hi Salihi B Mokodongan, terus instens melakukan koordinasi dengan SKPD terkait. Apalagi ada rencana pemerintah untuk menaikkan BBM. '‘Masyarakatku tetap menjaga stabilitas kamtibmas, apapun keputusan pemerintah (menaikkan harga BBM, red) itulah yang terbaik, apalagi tujuan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat’,' kata Mokodongan, melalui jubir Pemkab Bolmong Ny Hj Sitti Rafiqah Bora SE, didampingi Plt Kasubag Pengumpulan Informasi dan Pemberitaan Ronald Mokoginta SIP.