Selasa, 27 Maret 2012 – 13:27 WITA Telah dibaca 738 kali

Satu Hati Bersama Bersatu di HUT Bolmong

Sikap ramah dan bersahaja selalu ada dalam diri Bupati Bolmong Hi Salihu B Mokodongan dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk STh. Ini terlihat di momen upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Kabupaten Bolaang Mongondow di kantor bupati Bolmong, Sabtu (24/3) akhir pekan lalu.

Sebagai Irup (Inspektur Upacara), tentunya Bupati SBM selalu didaulat untuk membacakan sambutan. Dalam sambutannya, dia mengajak bapak/ibu, saudara-saudara seluruh komponen masyarakat untuk melakukan refleksi perjalanan kehidupan daerah ini yang telah berjalan selama 58 tahun. Menurutnya, ada tiga momen secara kesejarahan yang dijadikan bahan renungan, dan mengambil mutiara kebijakan, yang nantinya berguna untuk perjalanan daerah ini ke depan. '‘Pepatah bilang, sejarah adalah guru kehidupan’,' katanya mengawali sambutan.

Salihi mengatakan, momen kesejaharan yang menjadi refleksi itu yang pertama, tentang makna hari lahirnya kabupaten ini, dan bagaimana terus menjalankan semangat HUT dimasa kini, dan dimasa yang akan datang. Refleksi yang kedua adalah tentang apa yang terjadi pada 58 tahun yang lalu tepatnya tahun 1954, dimana berdirinya satu daerah yang otonom yang merupakan suatu kemauan politik para leluhur dan pendahulu daerah ini, untuk mempetakan Bolaang Mongondow di negeri ini sebagai suatu daerah di Provinsi SULUT. Sedangkan refleksi yang ketiga, tentang apa yang terjadi limatahun terakhir ini. Pada kurun waktu tersebut antara tahun 2007 hingga 2008, telah melahirkan 4 bayi kembar (4 daerah otonom baru). Selanjutnya 2009 lalu, Bolmong Raya membawa dua wakilnya ke DPRRI. '‘Kemudian, pilkada 2011 lalu, saya dan pasangan saya (Hi Salihi B Mokodongan dan Yanny R Tuuk STh, red) terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati dan dilantik Juli 2011 lalu’,' jelasnya.

Mokodongan mengutip, pandangan bapak proklamator Ir Soekarno yang juga Presiden pertama RI, dimana Hari Kelahiran suatu daerah maupun bangsa, dapat dimaknai sebagai jembatan emas. Melalui jembatan itu, daerah ini melangkah pasti untuk membangun menuju kemajuan dan kemandirian dengan penuh sinar harapan. '‘Semua itu mengingatkan bahwa daeah ini, adalah daerah yang mempunyai daya juang dalam kompetitif’,' katanya.

Lanjut Salihi, kelahiran daerah ini juga, melahirkan falsafah leluhur sekaligus ideologi dasar daerah, yaitu mototompiaan, mototabian, bo mototanoban yang dibingkai oleh sifat mooaheran, mobobangkalan, bo mobobahasaan (saling memperbaiki, menyayangi, dan saling ingat mengingatkan, serta hormat menghormati, segan/saling menghargai, dan kata yang santun). '‘Kita harus terus memaknai falsafah leluhur sebagai bingkai, jalan hidup, dan bukan sebagai dogma yang statis, serta harus terus menjadi sumber inspirasi, dan sumber solusi dari proses pembangunan daerah ke depan’,' ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai daerah yang baru merayakan HUT harus memiliki jiwa optimisme. Agar ke depan Bolaang Mongondow akan menjadi daerah yang maju, bermartabat dan sejahtera, serta makin berkeadilan, makin dinamis, dan makin mandiri. Bolmong juga bisa seperti itu manakala bisa memperkokoh kemandirian atau kesejahteraan, daya saing dan peradaban yang unggul atau berbudaya. '‘Pilar-pilar tersebut yang harus kita perkokoh bersama-sama dalam suatu persatuan’,' katanya optimis.

Di akhir sambutan, SBM mengingatkan, perlu menjaga jati diri kedaerahan. Apalagi yang membedakan daerah ini dengan daerah-daerah lain, adalah budaya atau adat istiadat. Bolaang Mongondow harus tercermin dalam sikap pluralisme (kebhinekaan), kekeluargaan, kesantunan, toleransi, sikap, moderat, keterbukaan, dan rasa kemanusian. '‘Inilah yang harus kita jaga, kita suburkan di hati sanubari kita dan anak-anak kita, ini modal sosial dan potensi daerah yang paling berharga’,' tutupnya sembari menambahkan perjalanan kita memang masih panjang. Namun kita yakin, dengan semangat ke Bolaang Mongondowan itu kita akan terus bersatu, bangkit dan maju, menuju masa depan yang gemilang.

Dalam momen tersebut Ketua DPRD Bolmong Hi Abdul Kadir Mangkat SE membacakan sejarah singkat Bolaang Mongondow. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur SULUT, bersama rombongan atau yang mewakili beliau, pimpinan dan segenap anggota DPRD SULUT yang sempat hadir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah SULUT yang sempat hadir, Ketua DPRD Bolmong Hi Abdul Kadir Mangkat SE, Ketua DPRD Kota Kotamobagu Rustam Siahaan SE, para wakil ketua dan segenap anggota DPRD Bolmong Raya, Wakil Bupati Bolmong Yanny Ronny Tuuk STh, Wakil Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara, Kapolres Bolmong AKBP Enggar Broto Seno SIK, Dandim 1303 Bolmong Letkol Infantri Mudjiharto, Wakil Bupati Boltim Medy Lensun, Sekda Bolmut Recky Posumah, Sekda Bolmong Drs Farid Asimin MAP, Asisten I Drs Cristoffel T Kamasaan, Asisten II Drs Djek Damopolii, pimpinan SKPD, pejabat sipil, TNI dan Polri, pimpinan parpol, orsosmas, tokoh agama,, tokoh adat, tokmas, tokoh perempuan, tokoh pemuda, mahasiswa, LSM, dan insan Pers.

ADD-TPAPD 2012 LEWAT PT POS INDONESIA

Sementara itu, usai upacara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow dengan PT Pos Indonesia Cabang Kotamobagu, terkait pembayaran dana ADD dan TPAPD tahun 2012, dimana pendistribusian/pembayaran tunjangan para Bobatoitu (Perangkat Desa, red) rencananya lewat PT Pos Indonesia Kotamobagu.

Nota kesepakatan/kesepahaman itu dilakukan langsung Bupati Bolmong Hi Salihi B Mokodongan dengan pimpinan PT Pos Indonesia Cabang Kotamobagu. '‘Ini penting, agar supaya perangkat desa bisa merasakan langsung manfaat dana ADD dan TPAPD, tentunya juga tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan’,' kata Bupati Hi Salihi B Mokodongan, didampingi Wabup Yanny R Tuuk STh dan Sekda Drs Hi Farid Asimin MAP.