Kamis, 8 Maret 2012 – 06:26 WITA Telah dibaca 836 kali

Satu Hati Cari Solusi Pembayaran TPAPD

Foto: kantor Bupati Bolmong di Lolak.

KOTA LOLAK—Aksi damai yang dilakukan ratusan perangkat desa di kantor Bupati, Rabu (7/3) kemarin, membuahkan hasil. Ini terbukti, adanya solusi tanpa anarkis untuk memecahkan persoalan untuk memperjuangkan proses pembayaran Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) triwulan III 2011 yang hingga tahun 2012 ini belum disalurkan pemkab.

Meskipun melakukan road show dari jembatan Kaya’ Kelurahan Inobonto Kecamatan Bolaang, tetapi Djairudin Mokoagow selaku koordinator aksi yang juga Sangadi Toraot Utara, Kecamatan Dumoga Barat itu, tidak melakukan hal-hal yang mengganggu stabilitas kamtibmas. Apalagi, turut dikawal aparat TNI/Polri gabungan Polres, Polsek dan Dandramil terdekat.

Menggembirakan lagi, aksi para Bobato (Perangkat Desa, red) itu mendapat respon Bupati Hi Salihi B Mokodongan dan Wabup Yanny Ronni Tuuk STh, serta Sekda Drs Hi Farid Asimin MAP, yang terus setia mendampingi Perangkat Desa yang terdiri dari Sangadi, Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan (Kaur)) Pemerintahan Desa, Kepala Lingkungan hingga Kepala Dusun (Kadus), untuk satu hati di ruang rapat Asisten III memperjuangkan TPAPD. Menurut Sangadi Toraut Utara Djairudin Mokoagow, pertemuan kali ini merupakan pertemuan yang sangat menggembirakan. Apalagi, pasangan Bersatu (bersama Salihi-Tuuk) dan sekda dapat memecahkan masalah tanpa saling menyinggung perasaan. '‘Kami akan terus bersama-sama membantu mereka berdua (Bupati Hi Salihi B Mokodongan dan Wabup Yanny R Tuuk STh, red) untuk pemerintahan Bersatu ke depan, juga sambil menunggu hasil akhir proses perjuangan untuk pencairan TPAPD yang diduga hilang’,' kata Mokoagow, sembari menambahkan tidak ada solusi lain selain bersama pemda dan DPRD untuk konsultasi ke Gubernur SH Sarundajang dan Mendagri Gamawan Fauzi di Jakarta. di tempat terpisah, Bupati Bolmong Hi Salihi B Mokodongan mengatakan, pihaknya bersama perangkat desa yang melakukan pertemuan ini sudah ada solusi untuk membentuk tim bersama. Tim ini nantinya akan bersama-sama memperjuangkan ke Provinsi SULUT dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Artinya, pemda bersama DPRD akan mendampingi aparat pemerintah desa untuk menanyakan apa dan bagaimana langkah atau solusi untuk proses pembayaran TPAPD ini. '‘Kami nantinya mendampingi aparat desa untuk menanyakan apakah dana TPAPD akan dimasukkan ke dalam APBD atau tidak, nantinya hasil akhir ini (konsultasi ke Gubernur Dr SH Sarundajang dan Mendagri RI Gamawan Fauzi, red), yang menjadi pegangan bagaimana nasib TPAPD satu triwulan yang menjadi hak daripada perangkat desa itu’,' urainya. Sama halnya yang disampaikan Wabup Yanny Ronni Tuuk STh. Menurut dia, pemda sangat merespon kedatangan perangkat desa. Apalagi datang dengan santun dan hati yang tulus. '‘Yang pasti, kami akan mendampingi perangkat desa untuk memperjuangkan TPAPD ke provinsi dan kemendagri. Kami akan bersama-sama memecahkan persoalan ini tanpa tabrak aturan’,' kata Yanny. Begitu juga pendapat yang sama dikatakan Plt Sekda Bolmong Drs Hi Farid Asimin MAP. Menurutnya, tim ini dibentuk tidak hanya melibatkan pemda tetapi legislatif sebagai mitra kerja eksekutif. Nantinya tim ini akan bersama-sama perangkat desa untuk melakukan konsultasi ke Pemprov SULUT dan Kemendagri RI di Jakarta. '‘Yang pasti, bersama-sama mencari solusi dengan tetap dalam bingkai aturan dan perundang-undangan’,' aku Asimin, sembari menambahkan kejadian ini merupakan peringatan besar untuk kita semua dan bagian dari renungan agar ke depan Bolmong akan lebih baik lagi. Pertemuan tersebut selain dihadiri top eksekutif Bolmong, juga Kapolsek Lolak AKP Dadang Suhendra, Dandramil Lolak Iptu Z Tahapari, Kapolsek Poigar Iptu Tusman L SH, dan Kasat Intel Polres Bolmong AKP Teddy Pontoh, serta Polsek-polsek terdekat. Demikian Pemberitaan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow.