Selasa, 7 Februari 2012 – 16:17 WITA Telah dibaca 1728 kali

SBM Tulude Bersama Jemaat Buntalo

Gelaran adat tulude.

Bupati Bolmong Hi Salihi B Mokodongan menghadiri perayaan Tulude Jemaat GMIBM (Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow) '‘Sola Gratia’' Buntalo di Gedung Gereja Jemaat GMIBM Sola Gratia Desa Buntalo, Kecamatan Lolak, Jumat (2/2) akhir pekan lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Kompelsus Wanita Kaum Ibu Sinode GMIBM Ester Yulin Tangkere-Papuling SKM, ME, Camat Lolak Ny Hj Farida Mooduto Spd diwakili Sekcam Irwan Suikromo SH, anggota DPRD Bolmong Eliesar Nangkoda, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIBM '‘Sola Gratia’' Buntalo Pdt N Kumakauw-Lapian, Sekretaris Pnt JM Tulende, dan Sangadi Buntalo Yolaheti Lumiu.

Salihi mengatakan, perayaan tulude merupakan ungkapan rasa syukur, atas pertolongan, kekuatan, ketabahan, yang dikaruniakan Tuhan, dalam penyelenggaraan tugas, dan pelayanan di wilayah Buntalo ini. Olehnya, melalui momentum acara ini, dirinya menghimbau khususnya, kepada warga GMIBM jemaat Sola Gratia Buntalo, dan pada umumnya, seluruh lapisan masyarakat yang berada di kecamatan Lolak ini, agar senantiasa terus menggelorakan, semangat membangun dalam mengejar berbagai ketertinggalan, sehingga apa yang menjadi cita-cita warga jemaat, dan masyarakat akan dapat diwujudkan bersama. '‘Saya mengharapkan agar kiranya, kita tetap menjaga kerukunan, dan kedamaian. Hindari pertentangan yang merugikan, jangan mudah termakan oleh isu-isu yang tidak jelas’,' pesannya.

Ia mengingatkan, masyarakat se Bolmong untuk selalu menjaga hidup kebersamaan dan kedamaian. Apalagi tidak satupun agama yang mengajarkan agar umatnya saling bermusuhan. '‘Kita pelihara kehidupan bermasyarakat, berjemaat, dan dalam hubungan dengan pemerintah, kita juga saling kasih mengasihi antar sesama umat, agar daerah kita senantiasa aman dan damai’,' tutupnya.

Jubir Pemkab Bolmong Hj Sitti Rafiqah Bora SE menambahkan, bupati selain menghadiri kegiatan seremoni tulude juga melihat langsung lomba masemper ibu-ibu dari kolom 1 sampai dengan kolom 13 se jemaat Desa Buntalo. Bahkan bupati dijemput adat Sangihe dengan menggunakanpaporong (topi adat) dibalut dengan selendang adat. '‘Pak bupati tidak lupa menyampaikan pesan leluhur mototompiaan, mototabian bo mototanoban (saling memperbaiki, saling menyayangi, dan saling mengingatkan, red) menuju terwujudnya Bolmong yang berbudaya, berdaya saing dan sejahtera’,' kata Rafiqah, didampingi Kasubag Pengumpulan Informasi dan Pemberitaan Ronald Mokoginta SIP.

Demikian pemberitaan pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow