Sabtu, 4 Februari 2012 – 17:50 WITA Telah dibaca 1268 kali

SBM: Semua Pihak Harus Menahan Diri

FKUB-GMIBM Serukan Perdamaian di Dumoga Raya

Foto: kantor Bupati Bolmong di Lolak.

Tarkam (tawuran antar kampung) antara Desa Ibolian I dan Desa Tonom, Kecamatan Dumoga Barat, Rabu (01/2) 2012 yang terinformasi kondisi keamanan di dua desa itu belum sepenuhnya kondusif membuat petinggi agama Bolmong Raya (Bolmong, Kota Kotamobagu, Bolsel, Bolmut, dan Boltim) angkat bicara.

Ketua BPS (Badan Pekerja Sinode) GMIBM (Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow) Pdt. Christin Raintama Pangulimang STh, mengaku pihaknya sudah mengeluarkan edaran kepada para ketua badan pekerja majelis jemaat (desa) dan ketua badan pekerja wilayah (kecamatan) di wilayah Dumoga Raya (Dumoga Barat, Dumoga Utara, dan Dumoga Timur), lebih khusus wilayah yang bertikai itu untuk mengeluarkan edaran seruan perdamaian.

Menurutnya, semua pihak harus dapat menahan diri dan sepenuhnya diserahkan ke pihak aparat TNI/Polri. Menurut Pendeta Raintama-Pangulimang, aparat kepolisian dalam menjalankan tugas selalu mengacu kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Jadi, sekali lagi masyarakat yang berada di Dumoga Raya untuk dapat menahan diri, mari serahkanlah ke pihak berwajib,pesannya.

Di tempat terpisah, Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Bolmong Hi Subekti Ali mengatakan, semua pihak untuk dapat menahan diri dari situasi yang memanas di Dumoga Raya, terutama kedua pihak yang bertikai. Jangan mudah terpancing karena daerah kita ini merupakan daerah yang penuh dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, serahkanlah kepada pihak yang berwajib pesan Subekti melalui press release ke Bagian Humas Bolmong, kemarin.

Ia menambahkan pula, sebagai umat beragama dan hidup bermasyarakat, tentunya semuanya bersaudara. Boleh dibilang, saudara sekandung dan seagama. Kita semua harus menghindari berbagai gesekan-gesekan, terutama gesekan yang memicu konflik antar masyarakat, sama-sama mencari solusi dan bergendengan tangan hidup rukun dan damai ajak Subekti yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Bolmong itu.

Sementara itu, Bupati Bolmong Hi Salihi B Mokodongan kembali mengajak masyarakat yang bertikai dan umumnya Dumoga Raya untuk terus menjaga persaudaraan dan kebersamaan. Apalagi, ada pesan leluhur dengan motto leluhur "Mototompiaan, mototabian bo mototanoban" (saling memperbaiki, saling sayang menyayangi, dan saling ingat mengingatkan). Bukan saling bertikai yang justru merusak tatanan kehidupan pesan Mokodongan.

Ia juga kembali menjelaskan, masyarakatku yang ada di Dumoga Raya untuk tidak terpengaruh dan terpancing dengan berbagai isu yang dengan sengaja atau menggangu stabilitas Kamtibmas, serahkan kepada pihak berwajib karena mereka dalam bertugas selalu dalam bingkai aturan dan perundangan. Mari kita jadikan daerah kita ini daerah tanpa pertikaian dan perkelahian tarkam (perkelahian antar kampung red), kita semua adalah bersaudara. Untuk itu saya mengajak masyarakatku baik di pesisir pantai maupun dataran Dumoga Raya dan dataran se Bolmong untuk bergandengan tangan membangun Bolmong ke arah yang lebih baik, tandas Mokodongan.

Senada dikatakan Wakil Bupati Bolmong Pdm Yanny Ronny Tuuk STh. Kedua pihak yang bertikai untuk dapat menahan diri tanpa melakukan hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas. Kita harus hidup rukun dan damai. Apalagi kerukunan dan kedamaian modal kita hari esok yang lebih baik paparnya. Sembari menambahkan jangan terpancing dengan isu-isu yang sengaja memecah belah persatuan dan kesatuan yang ada di Bolmong secara keseluruhan.Seperti diberitakan, suasana di Dumoga Barat masih mencekam. Gesekan dua kelompok dari Desa Ibolian I dan Desa Tonom makin meluas, Kamis (02/2) pagi. Diduga ada provokator yang ikut memanasi suhu di Desa Tonom. Ini terlihat sehari pasca pembakaran lima rumah warga di Desa Ibolian I, Kamis (2/2). Ribuan warga diduga gabungan tiga desa bertetangga, yaitu Desa Tonom, Desa Tambun, dan Desa Mogoyunggung diduga mulai bergabung untuk menyerang Desa Ibolian induk yang diduga menjadi pemicu pertikaian. Perlu diketahui, Desa Ibolian I korban penyerangan bertetangga dengan Desa Ibolian induk.

Warga yang bertikai dan wilayah di Dumoga Barat diminta untuk menahan diri sambil menyerukan pesan perdamaian kepada masyarakat tegas Camat Dumoga Barat Safrudin Mashanafi S.Sos. Memang kalau siang hari kondusif tetapi di malam hari pemerintah daerah bersama TNI/Polri tetap waspada sambil menyerukan kepada masyarakat jangan terprovokasi tambah Asisten I Lutfi Limbanadi SH didampingi Kaban Kesbangpol Drs Sudirli Mokoginta.

Dikabarkan pula, Kapolres Bolmong AKBP Enggar Broto Seno SIK dan Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Mudjiharto bersama-sama mengamankan Dumoga Raya, lebih khusus desa yang bertikai. TNI, Polri, tokmas, tokoh agama, dan tokoh pemuda, dll dikerahkan untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Dumoga Raya, kata sejumlah masyarakat di Dumoga Raya.