Selasa, 3 Mei 2011 – 13:35 WITA Telah dibaca 999 kali

Wakil Rakyat SULUT Prihatin Soal Ganti Rugi Tanah di Siniyung

Foto ilustrasi

Dugaan penyelewengan dana ganti rugi lahan milik warga desa Siniyung kecamatan Dumoga Timur Bolaang Mongondouw yang berpotensi terjadi konflik antar warga di wilayah itu mendatangkan keprihatinan DPRD SULUT.

Anggota Komisi IV DPRD, Rasky Mokodompit, SH kepada SUARAMANADO Selasa (3/5) mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan indikasi terjadinya pemotongan dana ganti rugi kepada warga Siniyung yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

"Ini merupakan hak warga dan sudah diperjuangkan bertahun-tahun lamanya, sehingga sangat tidak manusiawi jika dana tersebut tidak diserahkan sepenuhnya", ujar Mokodompit.

Lebih lanjut anggota legislatif SULUT Dapil Bolmong Raya ini mengaku, sangat terkejut dengan informasi keterlibatan 10 anggota DPRD yang diduga juga menikmati hasil ganti rugi.

"Saya pribadi tidak mengetahui proses ganti rugi dan jika ada dugaan penyelewengan dana, saya mendukung aparat hukum terutama kepolisian untuk melakukan penyelidikan, terhadap hal itu", tegas Mokodompit.

Lebih jauh dikatakan Mokodompit, lahan seluas 375,85 hektar senilai Rp 5.637.750.000 itu ternyata tidak sesuai dengan putusan Mahkamah Agung dengan jumlah uang ganti rugi sebesar Rp 15 juta per hektar sebab masyarakat pemilik lahan hanya menerima sebesar Rp 4 juta per hektar, sehingga ada selisih sebesar Rp 11 Juta.

"Masyarakat mempertanyakan selisih pembayaran sebesar Rp 11 juta per hektar, sebab menurut juru kuasa, sudah disetor ke pos-pos", tulis Oslan Laurens, Sangadi (kepala desa-red) Siniyung dalam pengaduannya ke anggota DPRD SULUT Hi Soenardi Soemantha, dalam reses beberapa waktu silam", jelasnya.

Disisi lain Anggota Komisi II DPRD SULUT, Hi. Soenardy Soemantha sendiri ketika dikonfirmasi mengatakan, mengenai proses pembayaran ganti rugi, dirinya tidak mengetahui, bahkan sangat terkejut ketika ada pengakuan masyarakat yang menyebutkan ada 10 anggota DPRD SULUT yang ikut menerima uang ganti rugi.

"Saya terkejut dan tersinggung ketika menerima informasi dalam pelaksanaan reses, bahwa ada anggota DPRD SULUT yang menerima uang ganti rugi lahan di desa Siniyung dan saya tidak tahu menahu dengan uang tersebut", ujar Soemantha.

Senada juga dikatakan Anggota DPRD SULUT Dapil Bolmong Raya lainnya, Hi Sudirman Hasan, juga mengakui tak mengetahui dan tak menerima uang ganti rugi tersebut.

" Ini harus diusut tuntas, apalgi ganti rugi lahan merupakan hak masyarakat dan harus diserahkan sepenuhnya ke masyarakat tanpa ada potongan", ungkapnya.