Sabtu, 19 Maret 2011 – 18:48 WITA Telah dibaca 1693 kali

Sweeping Penjaga Taman Nasional Dinilai Tidak Beralasan

Foto ilustrasi.

Sikap tak terpuji yang ditunjukkan oleh petugas taman naional saat melakukan sweeping dengan menahan mobil truk yang bermuatan kayu. Padahal, kayu yang diangkut sudah dilengkapi surat-surat resmi. Parahnya lagi, petugas tersebut meminta uang sebesar Rp. 1,5 juta untuk boleh melintasi pos penjagaan taman dengan mulus. Ulah petugas ini kemudian memunculkan tanda tanya tentang siapa yang seharusnya melakukan sweeping dan aturan yang mendasarinya.

Saat dikonfirmasikan perihal kejadian tersebut kepada polisi kehutanan, kepala Dinas Kehutanan kabupaten Bolaang Mongondow, A.H. Lihawa di ruang kerjanya, mengaku terkejut. Menurutnya, pihaknyalah yang memiliki kewenangan melakukan sweeping, karenanya personil kehutanan selalu diperlengkapi senjata api agar bisa mengamankan hutan dari tangan-tangan yang tidak bertanggung-jawab.

"Sangat aneh bila petugas taman nasional melakukan sweeping. Saya akan menyurati ke Taman Nasional atas insiden yang dilakukan anak buahnya melakukan tugas di luar kewenangan, apalagi meminta uang imbalan sebesar Rp. 1,5 juta untuk bisa melintasi pos penjagaan", ungkapnya.

Di sisi lain, Sekretaris Umum LSM Bela Pancasila SULUT, Jim Worek saat dihubungi lewat telepon mengatakan bahwa sebaiknya kepala Pertamanan Nasional Bolaang Mongondow bisa menindak oknum petugas taman nasional yang merusak citra instansi.