Jumat, 10 Mei 2013 – 20:00 WITA Telah dibaca 846 kali

Pilkada Kabupaten Bolmong Utara

" Ini Bukan Daun Lemong Tetapi Daun Pisang "

Bupati Bolmut Terpilih, Drs. Deppri Pontoh, mendapat ucapan selamat dari warga Bolmut
SUARAMANADO, Bolmut. Pemilihan Kepala Daerah selalu diidentifikasi dengan jual beli suara atau istilah kerennya praktek " Money Politics " atau lebih familiar dengan sebutan " Serangan Fajar ", guna mempengaruhi pemilih untuk memilih salah satu pasangan calon tertentu. Praktek seperti ini ternyata tidak mempan bagi warga Bolmong Utara dalam tahapan pemungutan suara Pilkada Bolmut, Tanggal 8 Mei Tahun 2013.

Wakil Bupati Terpilih Kab. Bolmut, Suriansyah Korompot, SH
Pantauan SUARAMANADO dimalam H-1 (7/5), tampak warga Bolmut membanjiri jalan Trans Sulawesi, hingga di jalan-jalan desa, untuk melakukan pemantauan dan berjaga-jaga terhadap kemungkinan adanya " Serangan Fajar " dari salah satu pasangan calon Bupati / Wakil Bupati. Bahkan mereka tidak segan-segan Pasang Badan di jalanan, untuk menanyakan setiap mobil atau orang yang berhenti dan memasuki jalan desa yang dicurigai akan melakukan Serangan Fajar.

Dihari Rabu, 8 Mei Tahun 2013, seluruh rakyat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang memiliki hak suara berbondong-bondong menuju TPS dimana mereka terdaftar untuk menyalurkan hak memilih Cabup / Cawabup sesuai hati nurani mereka. Tepat pukul 13’00 WITA, perhitungan kertas suara dimulai di masing-masing TPS untuk memastikan pasangan Calon Bupati / Wakil Bupati yang berhak memimpin Kabupaten Bolmut untuk periode Tahun 2013 – 2018.

Rekap Perhitungan Suara Versi Pasangan Cabup DP-Syah, Kab. Bolmut
Setelah kurang lebih 4 Jam proses perhitungan suara hingga rekapannya dimasing-masing TPS, kemudian dilaporkan oleh seluruh saksi ke sekertariat masing-masing pasangan Cabup/Cawabup. Secara mengejutkan, bahkan selama ini kurang diperhitungkan oleh pasangan Cabup/Cawabup yang lain, akhirnya rakyat Bolmut telah memilih pasangan, Drs. Depri Pontoh – Suriansyah Korompot, SH (DP-Syah) sebagai pemimpin yang baru sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode Tahun 2013 – 2018 dengan perolehan suarla 16.529 atau 37,7% dari Total 43.804 surat suara.

Fenomena yang menarik dalam proses Pilkada Bolmut adalah, munculnya pemimpin baru yang dinilai sebelah mata oleh pasangan calon lainnya, dimana pasangan ini tampil tanpa mengandalkan politik uang. Bahkan, oleh pasangan calon yang lain, dalam tahapan kampanye menyebutkan pasangan DP – Syah sebagai pasangan orang miskin, sebagi mana yang ditirukan, Suriansyah Korompot,Wakil Bupati terpilih, dihadapan pendukung dan simpatisan pasangan DP – Syah, dimarkas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Boroko Kab. Bolmut,yang juga sebagai sekertariat pemenangan.

Dihalaman kantor sekertariat PPP, pendukung dan simpatisan DP-Syah telah memenuhi badan jalan untuk memeriahkan kemenangan jagoan mereka, sambil meneriakkan yel-yel kemenangan " Ini Bukan Daun Lemong tetapi Daun Pisang " sambil melambaikan daun pisang yang sengaja dibawah para pendukung. Istilah " Daun Lemong " yang sangat popular dalam pergaulan kalangan masyarakat menengan kebawah di Sulawesi Utara, ternyata mempunyai makna " orang yang tidak memiliki uang " sesuai sifat daun lemong yang hanya memilik aroma, untuk menguatkan rasa pada masakan.

Pendukung Cabup / Cawabup DP-Syah Kab. Bolmut
Jadi yang terasa hanya aroma uangnya saja, tanpa melihat bentuk Sebaliknya, sebagai pembanding, pendukung DP-Syah, menggunakan " Daun Pisang " untuk membalikkan stikma negative " Daun Lemong ". Secara ekonomis daun pisang memiliki banyak keguanaan terutama bagi pedagang kecil dan kebutuhan rumah tangga, untuk digunakan sebagai pembungkus makanan atau kue untuk dijual. Secara filosofis, daun pisang digunakan masyarakat di desa untuk berlindung dari hujan dan teriknya matahari, sehigga memberi keteduah dan rasa nyaman.

Kemudian Daun Pisang, akan tetap bergantung pada pohonnya hingga kering dan lapuk dimakan usia dan tidak terpisahkan walau diterpa angin, maupun hujan dan panas. Inilah simbol kesetian antara DP-Syah, dan memberi manfaat kepada orang sekitarnya, sekaligus simbol program langit biru bebas dari sampah plastik.

Ketersinggungan mayoritas orang miskin di Bolmut yang di stikmakan dengan Daun Lemong, inilah yang membangkitkan semangat dan rasa persatuan warga yang tergolong miskin, untuk memilih dan mangangkat pemimpin mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati lima tahun mendatang yang katanya dari kalangan orang miskin. Satu pembelajaran bagi semua, jangan lukai hati orang miskin, yang dikatakan lemah dan tak berdaya atas kemiskinan mereka.Rakyat Bolmut telah membuktikan hal tersebut. dengan kelemahan dan tak berdaya, justru disitulah kekuatan terbesar negeri ini untuk bangkit dan bersatu membangun negeri.

4 Pasang Cabup / Cawabup Kab. Bolmut
Perolehan suara 4 pasangan Calon Bupati / Wakil Bupati yang bertarung di Pilkada Bolmut versi sekertariat pasangan DP-Syah, yaitu; No. Urut – 1. Drs. Depri Pontoh – Suriansyah Korompt, SH, dengan 16.529 suara atau 37,7%. No. Urut – 2. Hamka, SH, MAP. – Felix Adri Mende, ST. dengan 863 suara atau 2%. No. Urut – 3. Karel Bangko, SH. – Mohamad Irianto Ch. Buhang, S.Sos. dengan 11.269 suara atau 25,7%. No. Urut – 4. Drs. Hi. Hamdan Datunsolng-Hi. Farid Lauma SE dengan 15.038 suara atau 34.3%. (Jansen)