- Kanal Berita Lain
- Nasional
- Internasional
- Berita Populer
- Kamis, 17 Mei 2012
Kawanua USA Dukung Pacific Partnership - Jumat, 18 Mei 2012
Larangan dibuat bukan untuk ditaati tapi diabaikan - Kamis, 17 Mei 2012
Bila Tercemar Bakteri Ecoli, Air Danau Tondano berakibat diare jika tidak dimasak dengan baik - Jumat, 18 Mei 2012
Bersatu dalam Kekuatan - Jumat, 18 Mei 2012
Angie Ogah Jadi Justice Collaborator - Kamis, 17 Mei 2012
Wagub Buka Konas dan Seminar Internasional IAIFI - Jumat, 18 Mei 2012
Wah, Ternyata Mengunyah Permen Karet Dapat Merusak Memori Jangka Pendek! - Jumat, 18 Mei 2012
Walikota Bitung lepas gubernur - Jumat, 18 Mei 2012
Tragedi Sukhoi : Diupayakan Korban Terima Rp1,25 Miliar
Antisipasi Flu Burung, Pemerintah Pantau Perbatasan
Menyusul dtemukannya unggas yang terinfeksi flu burung dan merebaknya gejala penyakit flu burung di provinsi tetangga Gorontalo, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pengawasan ketat pemasukan unggas di daerah perbatasan provinsi Gorontalo dengan Provinsi Sulawesi Utara.
Kepala Bagian Humas Pemprov Sulut, Christian Sumampow, SH.M.Ed, mengatakan bahwa instansi terkait telah diinstruksikan oleh gubernur untuk mengambil langkah cepat dan antisipatif sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi Gorontalo yaitu kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk mewaspadai masuknya unggas dari provinsi Gorontalo untuk mencegah merebaknya gejala penyakit flu burung tersebut.
Saat ini Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Utara, Ir. J Palenewen, M.Si bersama tim sedang berada di kabupaten Bolmut untuk melakukan langkah koordinasi dengan pemkab Bolmut melalui Distanak kabupaten Bolmut dan instansi terkait lainnya guna mencegah masuknya unggas yang terinfeksi flu burung.
Namun demikian hal ini tidak berarti kegiatan perekonomian rakyat di perbatasan terutama yang berkaitan dengan perdagangan unggas dibatasi tetapi dilakukan pengawasan yang ketat. Demikian juga dengan lalulintas orang di perbatasan juga dilakukan pengawasan yang ketat dengan melibatkan unsur Dinas Perhubungan setempat.
Sementara itu pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, dr. Jemmy Lampus mengatakan bahwa berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut, sampai saat ini memang belum ditemukan kasus flu burung di wilayah perbatasan baik yang disebabkan oleh hewan unggas maupun melalui penularan antar manusia. Namun demikian Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara telah mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan logistik berupa obat termasuk juga bahan-bahan/brosur sosialisasi kepada masyarakat tentang flu burung dan pencegahannya.
Dinas Kesehatan provinsi juga telah mengirimkan edaran kepada puskesmas-puskesmas di perbatasan untuk mengambil langkah yang perlu apabila terjadi kasus flu burung serta memininta Dinas Kesehatan Bolmut untuk melakukan pengawasan mengenai hal ini dan selalu melaporkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sulut. Ditambahkannya, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI, Rumah Sakit Prof. DR. Kandou telah ditetapkan sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan Penderita Flu Burung di Indonesia yang siap menangani apabila terjadi kasus flu burung.
(red)