Minggu, 27 Februari 2011 – 18:55 WITA Telah dibaca 4958 kali

Pasang Surut Harga Kopra

Foto ilustrasi

Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopra terbesar di Indonesia. Kecenderungan harga kopra yang terus naik hingga mencapai Rp. 9.000 per kilogramnya perlu segera dicermati.

Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Meyke Mackpal saat ditemui di salah satu hotel berbintang lima di Manado mengakui bahwa sirkulasi harga kopra di Bolmut memang mengalami pasang surut.

"Saat kami mengambil data harga kopra kepada para petani, diakui bahwa harga kopra mencapai Rp. 8.000 per kilogramnya. Bervariasinya harga kopra di pasaran antara Rp. 7.000 hingga Rp. 8.000 per kilogramnya merupakan penjualan para pedagang pengumpul. Kami Disperindagkop Bolmut meminta agar para pedagang kopra jangan seenaknya mempermainkan harga kopra dan kami akan terus melakukan mengawasan. Apabila kedapatan, kami akan menindak sesuai proses hukum", tegas Mackpal.