Selasa, 16 Oktober 2012 – 12:22 WITA Telah dibaca 1370 kali

Insan Dunia Maya Intim Kopi Darat di Danau Moat

Sebuah perkumpulan pelayanan sosial dan rohani dunia maya se Indonesia kawasan timur (Intim) yang tergabung dalam Pelita Bait Ministry, selama sepekan kemarin melakukan ‘copy darat’ alias temu muka sekaligus melakukan kunjungan di kota Kotamobagu dan pertemuan rapat tahunan di Danau Moat, Bolaang Mongondow Timur. Dalam kesempatan itu, kelompok yang berpusat di Manado beranggotakan orang-orang yang pernah hidup dan bekerja di Indonesia kawasan timur itu juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan kebangunan rohani, termasuk rangkaian seminar yang menampilkan para pembicara dari berbagai penjuru dunia, seperti Manila Filipina, Amerika Serikat, Jakarta, Medan, Balikpapan, Minahasa, Minahasa Utara, Manado dan Kotamobagu sendiri.

"Perkumpulan ini diawali dengan percakapan di dunia maya tentang hal apa yang bisa dibuat dan mendatangkan manfaat bagi banyak orang pada lima tahun lalu. Hasilnya, setiap minggu majalah rohani diterbitkan dan beredar dan dibaca di seluruh balahan dunia", ungkap Dr. Moldy Mambu, warga asal Tondano yang datang dari Amerika Serikat dan tokoh utama di balik kegiatan tersebut.

Senada dengan Mambu, Handri Sigar, pengusaha asal SULUT yang sukses di Jakarta mengungkapkan bahwa Bait Ministry merupakan perkumpulan dari orang-orang yang berdedikasi dalam pelayanan sosial dan kerohanian. "Semua anggota memiliki kontribusi menulis dan juga melakukan kegiatan sosial, antara lain menjadi pembicara dalam berbagai seminar juga dalam menyumbang untuk kegiatan sosial dan pendidikan", aku Sigar.

Di tempat yang lain, Jacky Runtu asal Jakarta menyatakan dirinya sangat senang bisa bertemu secara nyata dengan teman-teman yang selama ini hanya berjumpa di internat alias dunia maya. "Saya bisa kenal dengan teman-teman yang penuh dedikasi dalam pelayanan, yang selama ini hanya bertemu lewat email (mailing list Bait-red)", ungkapnya.

Hal senada diungkapkan sekretaris panitia HUT ke-5 yang mengaku selama dua bulan terakhir melakukan koordinasi acara lewat dunia maya. "Saya sangat terkesan bisa bekerjasama dengan teman-teman sedunia yang memiliki dedikasi yang tinggi dalam melayanyi. Selama ini kami hanya berkoordinasi lewat email dan hasilnya, berbagai acara sudah digelar dengan sukses sepanjang satu minggu di Kotamobagu dan Danau Moat", ungkap Ellen Manueke, sekretaris panitia HUT Bait ke-5.

Yoshen Danun, pria beranak tiga dan bekerja di salah satu konsultan kesehatan dunia terkenal di Indonesia, Ramsay Health Care menjelaskan bahwa rencana kedatangan rombongannya ke Kota Kotamobagu sudah dirancang satu tahun sebelumnya, dan acaranya dimatangkan di bulan Agustus hingga September kemarin. "Tahun depan pertemuan dilangsungkan di Singapura dan maybe next USA", ungkap Danun.

Masyarakat sekitar Danau Moat nampak antusias menyambut kedatangan insan dunia maya dari berbagai penjuru dunia itu. Zius, pria asal Guaan mengaku senang bisa menyediakan jasa pelayanan makanan bagi para turis mancanegara. Menurutnya, kedatangan para turis di danau Moat membantu mempromosikan daerah yang dulunya memang sangat ramai dikunjungi wisatawan itu. "Menu original danau Moat, yaitu sayur-sayuran dan ikan mujair", aku pria tiga puluh tahun itu sambil tersenyum.

Berbagai kegiatan yang dilakukan BAIT Ministry selama satu minggu perayaan HUT ke-5 di Kotamobagu yang dimulai Minggu (7/10) antara lain, berbagai seminar, pelatihan dan pembinaan anak, remaja dan pemuda, seminar keluarga, seminar kebangunan rohani dan bantuan pendidikan juga pembangunan. Puncak acara HUT BAIT ke-5 berlangsung di Tumobui Kotamobagu, ditandai dengan penyerahan bantuan perangkat komputer bagi beberapa sekolah dan konser lagu rohani dari kelompok musik terkenal di Manado, yakni Joice Dien, Serve Him Music Ministry dan The Gladness Singers.