Selasa, 6 November 2012 – 18:50 WITA Telah dibaca 2379 kali

Alotnya Penetapan Batas Boltim-Mitra

Pantai Lakband Bakal Masuk Wilayah Bolmong Timur

Gubernur SULUT, Dr. S.H. Sarundajang, Menjelaskan Batas Boltim-Mitra kepada Bupati Sehan Lanjar dan Bupati Telly Tjangkulung

Bupati Bolmong Timur, Sehan Landjar dan Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjangkulung, Memperhatikan penjelasan Gubernur Tentang Batas Boltim-Mitra

Ketua DPRD Bolmong Timur, Hj. Sumardia Modeong, SE.

Perseteruan tapal batas antara Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolmong Timur kian memanas diantara masyarakat yang berada diwilayah perbatasan, terutama antara desa Buyat di Kabupaten Boltim dan desa Ratatotok Kabupaten Mintra.

Seperti yang diceritakan oleh Sangadi desa Buyat II, Hisnaini Modeong, saat Suara Manado, berbincang di rumahnya, di desa Buyat II.Jika berpatokan pada batas Gunung Dogit hingga di ujung Tanjung Buyat atau Tanjung Harapan sebagai batas, maka jelas lokasi pantai Lakband yang dikuasai Kabupaten Mitra, adalah bagian dari wilayah Kabupaten Bolomong Timur.

Saat ini berkembang 3 opsi yang dimintakan pemerintah Provinsi SULUT untuk diusulkan oleh masing-masing Kabupaten, Boltim dan Mitra.Pertama; Melanjutkan pencarian titik koordinat ke 4 di Gunung Dogit tahun 1993.Kedua; Batas berdasarkan patokan kuala mati (sungai Buyat lama). Ketiga;dari Gunung Dogit ke arah Tanjung sebelah barat yang disebut Tompilo atau sudut.Tompilo dimaksud adalah Tanjung Buyat atau dikenal dengan Tanjung Harapan.

Jika berpatokan dan diberi kesempatan bagi rakyat Buyat untuk memilih maka sesuai bukti sejarah selama ini, dimana Tanjung Buyat adalah bagian dari pemerintahan desa Buyat dan masuk dalam jaga V, maka rakyat Buyat akan memilih Opsi ke Tiga.

Namanya saja Teluk Buyat, atau Tanjung Buyat.Maka dari namanya saja itu sudah jelas adalah wilayah kepolisian desa Buyat.Manamungkin sekarang harus menjadi bagian dari willayah Ratatotok, tanya Hisnaini,

Kalupun harus berpatokan pada opsi kedua, yaitu berdasarkan kuala mati (Sungai Buyat lama), maka muara dari sungai tersebut berada di belakang kantor Camat Ratatotok.Selama ini yang dikenal sebagai batas adalah Sungai Buyat.Akan tetapi kondisi sungai yang selalu berpindah-pindah hingga pada posisi saat ini, maka inilah yang menjadi persoalan perbatasan kedua Kabupaten.

Ketua DPRD Bolmong Timur, Sumardia Modeong SE. saat diminta tanggapannya, menjelaskan, sebagai jalan keluar dari persoalan batas kedua Kabupaten Boltim dan Kabupaten Minahasa Tenggara, maka sebaiknya dilakukan penetapan melalui titik koordinat.

Apapun yang ditunjukkan oleh titik koordinat yang akan dilakukan pemerintah Pusat melalui BAKOSURTANAL. Maka itulah yang menjadi patokan yang sah dan harus diterima oleh kedua belah pihak apakah dari pemerintah maupun masyarakatBoltim dan Mitra.

Sebagai pemerintah Desa Buyat II, yang langsung berbatasan dengan desa Ratatotok, Hisnaini Modeong, menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah Pusat sesuai dengan titik Koordinat.Warga Buyat II akan patuh pada keputusan yang dibuat sesuai data titik koordinat yang harus dihormati bersama. (Jansen)