Selasa, 8 Maret 2011 – 21:21 WITA Telah dibaca 2468 kali

Tugas Berat Menanti Mokodongan

Boltim-Mitra Saling Klaim Pantai Lakban

Keindahan pantai Makalisung sebentar lagi hanya boleh dinikmati dari kejauhan.

Tugas berat menanti sekretaris daerah SULUT deifnitif, Ir Siswa Rahmat Mokodongan usai dilantik gubernur Sarundajang, Senin kemarin. Pasalnya, sejumlah legislator Boltim telah meminta agar putra Bolmong tersebut untuk secepatnya menyelesaikan masalah tapal batas antara daerah tersebut dengan kabupaten Minahasa Tenggara.

Hal ini diutarakan personil DPRD kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sofyan Alhabsyi, kepada SUARAMANADO, saat dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa (8/3). Menurutnya, penyelesaian tapal batas mendesak untuk diselesaikan pemerintah provinsi, mengingat masalah tersebut telah diambil alih sejak beberapa waktu lalu.

"Kami menantang Sekprov yang baru untuk segera menyelesaikan tapal batas antara Boltim dan Mitra. Sebab, persoalan ini sudah diambil-alih oleh pemprov semenjak tahun 2010 silam, dan hingga kini belum ada kejelasannya", tutur Alhabsyi.

Disisi lain, Alhabsyi juga menyayangkan sikap sejumlah elemen masyarakat yang ada di Mitra, yang menurutnya telah memindahkan batas awal, yakni sungai di kecamatan Ratatotok.

"Sesuai dengan dokumen yang ada pada kami semenjak tahun 1954, tapal batas itu berada di kecamatan Ratatotok tepatnya di sungai yang berada di samping kantor kecamatan. Namun saat ini sungai tersebut telah dipindahkan oleh tokoh masyarakat yang ada, sehingga tapal batas tersebut pun menjadi kabur", jelasnya.

Senada dengan Alhabsyi, wakil ketua DPRD kabupaten Bolmong Timur, Doni Sahe, bahkan mengkalim kalau objek wisata Pantai Lakban yang berada di kecamatan Ratatotok juga merupakan aset dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Boltim yang saat ini dikatakan Sahe masih menemui kendala dengan berbagai klaim yang dilakukan oleh pemkab Mitra.

"Makanya, hal ini harus segera diselesaikan oleh pak Mokodongan selaku Sekprov definitif; agar hal ini tidak berkepanjangan lagi, sehingga seluruh aset yang ada di daerah ini dapat dimaksimalkan untuk kepentingan daerah", tandas Sahe.