Rabu, 1 Juni 2016 – 18:37 WITA Telah dibaca 1986 kali

Nama Eyang Ikut Terseret-seret

Oknum Sangadi Terancam Dilapor ke Polda

Oknum JM alias Moonik

SUARAMANADO, MODAYAG: Dugaan kasus penyimpangan dana desa di Boltim kembali menyeruak. Kali ini giliran Sangadi Desa Kokapoy Timur, Kecamatan Modayag yang bakal terseret.

Terkait sejumlah penyimpangan anggaran, oknum Sangadi Kokapoy Timur inisial JM alias Moonik terancam dihadapkan ke penyidik Polda SULUT. Oknum Sangadi diduga terlibat penyalahgunaan Dana Desa tahun 2015 yang menjurus tindak pidana korupsi.

Tokoh masyarakat Modayag menyebut, oknum Sangadi terindikasi menyalahgunakan dana sesa dimaksud, semisal Tahap I dan II pada pekerjaan perkerasan jalan desa di Dusun I dan Dusun II. "Bukan cuma pekerjaan perkerasan jalan desa, penyimpangan juga terjadi pada jatah beras raskin bulan Oktober-Desember tahun 2015 lalu", ungkap sumber di Modayag.

Lanjut dikatakan, semua ketimpangan di desa tersebut berdasarkan laporan dari warga desa setempat. Begitu juga sebagian hutan lindung di Desa Kokapoy Timur kabarnya telah dijarah oknum-oknum tertentu yang ikut didalangi oknum Sangadi Moonik.

"Oknum Sangadi juga sering membawa-bawa nama Eyang, atas instruksi Eyang, atas perintah Eyang. Kalau begitu, apa benar pendudukan atas hutan lindung oleh oknum-oknum tertentu atas perintah Eyang?. Ini harus diluruskan!", cetus sumber sangat yakin oknum Sangadi ‘bersembunyi’ di balik nama besar Eyang.

Terkait indikasi penyimpangan, Korwil LSM Lembaga Pengawasan Tindak Pidana Korupsi (LP-TPK), Amir Pontoh mengatakan, pihaknya bukan hanya penyoroti dana desa Kokapoy Timur.

"dari 5 desa di Kabupaten Boltim, Desa Kokapoy Timur salah satu yang paling parah. Sebab bukan hanya dana desa, raskin, dan jatah tabung elpiji, tetapi juga pengusaan illegal hutan lindung. Jadi sebelum melapor resmi, kami sudah duluan konseling dengan penyidik", ungkap Pontoh.

Sementara Moonik oknum Sangadi Kokapoy Timur maupun Camat Modayag hingga berita ini diturunkan belum berhasil terkonfirmasikan.