Minggu, 26 Juni 2011 – 09:40 WITA Telah dibaca 2254 kali

Kecewa Beli Sayur di Guaan

Foto ilustrasi.

Tanah Modoinding dikenal dengan keindahan alam dan kesuburan tanahnya. di seputaran tempat ini terbentang lokasi pertanian berbagai jenis sayur-sayuran yang jarang ditemui di daerah lain di Sulawesi Utara (SULUT). Pedagang sayur di memburu sayuran dari daerah ini.

Sayangnya, kualitas hasil pertanian di daerah perbatasan Bolaang Mongondow Timur dan Minahasa Selatan nampaknya mulai tidak terjaga. Seorang pembeli sayuran wortel dan kentang asal Manado dibuat terkejut karena mendapati wortel yang dibelinya ternyata lebih banyak sampah daripada isi. "Dalam satu karung, kurang lebih sepertiga saja yang bisa dikonsumsi, sedangkan sebagian besar berisi daun dan pohon wortel yang dibungkus rapi di dalam karung", ungkap Tua, pembeli yang bermukim di kawasan Paniki Bawah kecamatan Mapanget Manado.

Pembeli lain, Emon, juga warga Mapanget menyesali kualitas yang dijual di tempat yang semestinya menjadi tolok ukur kualitas sayuran di SULUT. "Gimana nanti akan bersaing kalu membeli sayuran seperti membeli tusa dalam karung. dari atas kelihatan padat, padahal di tengah dipenuhi sampah. Harusnya daun wortel tidak disertakan dalam karung, karena lebih berguna jika dijadikan pupuk oleh petani", ungkapnya kesal.

Hal ini tentu menjadi hal yang perlu dibenahi, mengingat ke depan daerah Modoinding akan diarahkan menjadi kawasan pertanian unggulan. Pada pertengahan bulan Juni, wakil gubernur SULUT, Djouhari Kansil saat berkunjung ke desa Kakenturan mengatakan bahwa daerah Modoinding ke depan harus dapat dikembangkan menjadi kawasan Agropolitan dan Agrowisata yang menjadi andalan Kabupaten Minahasa Selatan dan provinsi Sulawesi Utara.