Kamis, 14 Juli 2011 – 09:35 WITA Telah dibaca 1601 kali

Komisi I Siap Perjuangkan 200 CPNS Boltim 2010

Jhon Dumais, ketua Komisi I DPRD SULUT.

Kemelut CPNS Bolaang Mongondouw Timur terus merebak, aksi protes dari dua ratus lebih CPNS yang telah lulus dalam seleksi pertama yang dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2010 mencuat.

Hal itu diungkapkan oleh Kriestien Apena selaku pembicara wakil CPNS saat menyampaikan keluhan dihadapan Komisi I DPRD SULUT untuk meminta pembelaan atas hak yang telah di curi Bupati Boltim.

Menurutnya, waktu pelaksanaan ujian tanggal 17 Desember 2010 dan pengumumannya tanggal 20 Desember 2010, telah mereka ikuti terus bahkan pengumuman tersebut, kami 200 lebih peserta dinyatakan lulus dalam tes CPNS, tapi sangat disayangkan Pemerintah Kabupaten harus menganulir kelulusan kami sebab katanya pelaksanaan ujian tersebut tidak sah dan harus dilaksanakan tes kembali untuk kedua kalinya.

"Kami sangat keberatan terhadap tindakan Bupati yang seenaknya melaksanakan test CPNS lagi, mempermainkan nasib kami sebagai warga dan kami juga merasa sangat dirugikan atas tindakan Bupati tersebut", ujar Apena.
Lanjutnya, Deprov SULUT selaku wakil rakyat dan sebagai pembawa aspirasi rakyat diharapkan membantu kami dalam menentukan nasib dan masa depan kami.

Dengan hal itu, Jhon Dumais sebagai Ketua Komisi I DPRD SULUT yang membidangi Pemerintahan dan Hukum, kepada SUARA MANADO, Rabu (13/7) saat dihubungi melalui telepon mengatakan, apa yang di tuntut CPNS sebanyak dua ratus lebih itu akan kami perjuangkan.

"Komisi I nantinya Lewat hearing yang akan dilaksanakan minggu depan bersama Pemkab Boltim, akan kami bicarakan, sehingga persoalannya bisa jelas", ujar Dumais.

Lebih lanjut dikatakan Dumais, nanti dalam hearing tersebut kami akan membahas soal kajian hukumnya seperti apa sehingga dilaksanakan kembali test CPNS, sebab Menpan dan BKN itu tidak ada rekomendasi resmi untuk diadakan pengulangan, juga pengulangan seleksi CPNS itu berdampak pada rusaknya nama baik suatu daerah sebab pengulangan tersebut berarti terindikasi banyak kecurangan.

"Ini juga harus ditelusuri lebih jauh sebab dalam jangka waktu satu minggu kasus ini diungkap tiba-tiba terjadi pencurian dimana berkas-berkas calon CPNS itu hilang bahkan kantor tersebut terbakar", pungkas Dumais, politisi Demokrat ini.