Senin, 29 Agustus 2011 – 10:48 WITA Telah dibaca 1168 kali

Gubernur Akhiri Safari Ramadhan di Bolsel

Kerinduan masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan untuk kunjungan gubernur DR. S.H. Sarundajang akhirnya terpenuhi setelah pada Sabtu, 27 Agustus 2011 Gubernur bersama para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Jajaran Pemerintah Provinsi SULUT, BKSAUA dan FKUB Provinsi SULUT melakukan Safari Ramadhan dan Berbuka Puasa bersama Pemerintah dan Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan bertempat di rumah dinas bupati Bolsel di Molibagu.

Pelaksanaan safari ramadhan ini juga merupakan kunjungan safari terakhir setelah selama bulan ramadhan ini gubernur, wakil gubernur dan jajaran Pemprov SULUT mengelilingi kabupaten/kota se SULUT serta melakukan buka Puasa bersama masyarakat kabupaten/kota yang dikunjungi.

Acara yang berlangsung meriah namun penuh nuansa religi ini diawali dengan pengantar kata bupati Bolsel Herson Mayulu, S.Ip. Bupati atas nama masyarakat Bolsel menyampaikan rasa syukur yang sangat mendalam atas kunjungan gubernur yang disebutnya sebagai kunjungan yang sangat istimewa karena bersamaan dengan umat muslim akan menyambut malam Lailathul Qodar yang merupakan malam penuh berkah di bulan ramadhan.

Kunjungan gubernur menurut bupati telah membawa berkah bagi pemerintah dan masyarakat Bolsel. Khusus mengenai perbaikan infrastruktur akibat bencana terutama jembatan Bilangodaa, bupati mengatakan bahwa belum dilakukannya perbaikan bukan karena tidak ada perhatian dari pemerintah provinsi maupun kabupaten Bolsel. Hal ini belum dilakukan semata-mata karena pertimbangan waktu yang tepat untuk melaksanakan pembangunan tersebut. Kalau dilakukan dikondisi cuaca yang masih tidak menentu seperti ini dikhawatirkan pembangunannya akan banyak mengalami kendala. Bupati juga memuji kepemimpinan SHS yang telah membawa SULUT pada tingkat kemajuan seperti sekarang ini. Pada kesempatan ini bupati melemparkan pujian bahwa seharusnya SHS sudah sangat layak untuk masuk jajaran kabinet SBY dengan menjadi Menteri karena kepemimpinan, ide dan terobosan yang brilian yang selama ini dilakukan dan telah membawa SULUT seperti sekarang ini.

Ketika memberikan sambutan, gubernur "membalas" pujian bupati dengan mengatakan bahwa untuk saat ini beliau belum berpikir untuk menjadi menteri.

"Saya lebih memilih untuk berada bersama dan membangun Sulawesi Utara bersama dengan seluruh rakyat", demikian SHS. Gubernur mengatakan bahwa kunjungannya kali ini juga dalam rangka melihat dinamika pembangunan Bolsel sebagai salah satu kabupaten termuda di SULUT yang menurut beliau sangat patut diapresiasi. Gubernur memuji kondisi kamtibmas di Bolses yang selama ini terpelihara dengan sangat kondusif.

Dalam kaitan dengan upaya pemulihan pasca bencana, gubernur memberikan apresiasi terhadap upaya Pemkab yang telah pro aktif mengambil peran sesuai dengan kewenangannya. "Langkah antisipasi tanggap darurat memang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi dan Pusat menopang untuk hal-hal yang menjadi kewenangannya" demikian gubernur.

Pada bagian lain gubernur menyampaikan bahwa pemerintah provinsi dan pemerintah pusat akan mengalokasikan dana yang cukup besar untuk membuka akses jalan yang menghubungkan kabupaten Boltim dan kabupaten Bolsel. Disamping itu juga terdapat dana pembangunan pertanian yang disediakan baik melalui APBD provinsi maupun APBN. Oleh karena itu gubernur meminta Bappeda Bolsel untuk menyiapkan perencanaan program dan usulan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan untuk hal-hal tersebut.

Gubernur juga menyampaikan bahwa kabupaten Bolsel akan dibantu dengan bibit unggul Inpari yang dapat menghasilkan 10 ton/hektare yang selama ini telah berhasil dikembangkan di beberapa kabupaten lain di SULUT. Pada akhir sambutannya gubernur mengingatkan masyarakat bolsel untuk terus menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban yang selama ini telah terbina. Keamanan dan ketertiban merupakan modal yang sangat berharga untuk melaksanakan pembangunan, demikian gubernur.

Pada kesempatan itu gubernur menyerahkan bantuan berupa beras, bahan natura, bibit jagung dan ikan, serta Al quran dan perangkat sholat bagi kaum duafa di Bolsel. Acara diakjhiri dengan buka puasa bersama setelah mendengarkan hikmah ramadhan yang disampaikan oleh Prof. H. Madun Utiah.