Senin, 3 Oktober 2011 – 14:15 WITA Telah dibaca 1586 kali

Selama September, Lokon Meletus 340 Kali

Foto ilustrasi.

Letusan Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara selama September 2011 tercatat berlangsung sebanyak 340 kali, atau terbanyak dibanding Juni-Agustus lalu.

"Pola letusan gunung lokon sekarang ini agak berbeda dibanding pola letusan sebelumnya. Kali ini bentuknya ‘open system’, dimana pada saat ada pasokan energi, langsung dikeluarkan dalam bentuk letusan", kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina di Tomohon, Senin (03/10/2011).

Oleh karena itu, katanya, sekarang ini tidak ada energi yang tersimpan, sehingga frekuensi letusan yang terjadi pada September 2011 bisa menjadi klimaks akibat "open system".

Letusan pembuka terjadi pada Juni 2011, di mana pada bulan itu terjadi dua kali letusan beriringan, dengan dinaikkannya status Gunung Lokon dari waspada level II ke siaga level III.

Letusannya semakin meningkat pada Juli 2011. di bulan ini terjadi 82 letusan. Pada 10 Juli status siaga level III yang disandang gunung lokon, kembali dinaikkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung menjadi awas level IV.

Pada 14 dan 17 Juli Gunung Lokon meletus besar dengan tinggi letusan diperkirakan mencapai 2.500 meter dari kawah Tompaluan. Sepekan kemudian, statusnya kembali diturunkan menjadi siaga level III hingga hari ini, Senin (3/10). Meski statusnya diturunkan, letusan-demi letusan masih terjadi.

Di bulan Agustus 2011, terjadi juga tren kenaikan frekuensi letusan dimana terjadi sebanyak 109 letusan. dari seratusan letusan ini, dua letusan di antaranya dikategorikan besar yakni letusan tanggal 17 Agustus dan 28 Agustus 2011. Pascaletusan di tanggal itu, rentetan letusan kecil belum berhenti.

Puncaknya di bulan September 2011. Status siaga yang sandang gunung lokon masih berpotensi terjadinya letusan-letusan hingga mencapai 340 kali di bulan ini. Sejak erupsi pembuka di bulan Juni hingga 30 September 2011, sudah sebanyak 533 letusan terjadi dari kawah Tompaluan, gunung lokon.

Ditambahkan Farid, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih akan mengevaluasi aktivitas vulkanik gunung lokon dalam sebulan ini.

"Kalau kegempaannya terus menurun, mungkin saja status siaga yang disandang gunung lokon akan diturunkan kewaspadaan level II", kata Farid.