Jumat, 16 Agustus 2013 – 12:56 WITA Telah dibaca 594 kali

Majelis Rakyat Papua Belajar Kerukunan Beragama di Bitung

SUARAMANADO, Bitung - Kerukunan umat beragama di Kota Bitung menjadi daya tarik tersendiri bagi Mejelis Rakyat Papua untuk datang belajar Rabu 14 Agustus 2013.

Dimana, Rabu (14/8) sebanyak 16 anggota Majelis Rakyat Papua yang tergabung dalam Kelompok Kerja Keagamaan mendatangi kantor walikota untuk mencari tahu kiat-kiat Pemkot dalam menjaga kerukunan umat beragama. Rombongan Majelis Rakyat Papua ini sendiri diterima Wakil Walikota, Max Lomban didampingi Sekkot, Edison Humiang bersama sejumlah instansi terkait.

Majelis Rakyat Papua Belajar Kerukunan Beragama di Bitung
Menurut Ketua Kelompok Kerja Keagamaan Majelis Rakyat Papua, Samuel K Warumi, pihaknya ingin mendengar dan melihat apa yang telah dikerjakan Pemkot tentang kekhasan kerukunan antar umat beragama di Kota Bitung dan kebijakan pemerintah dalam kerukunan keagamaan. "Kami mendapat informasi jika masalah kerukunan umat bergama di Kota Bitung sangat terjaga hingga kini. Makanya kami ingin datang belajar langsung", kata Warumi.

Lomban dalam penjelasannya menyatakan menyambut baik kedatangan rombongan Warumi. Apalagi tujuannya untuk mencari tahu apa-apa yang dilakukan Pemkot dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Bitung."Kerukunan umat beragama itu sangat penting karena turut menjadi andil dalam suksesnya pembangunan pemerintah. Kerukunan bisa terjaga karena adanya komunikasi dan silahturahmi",kata Lomban.

Kata dia, segala prestasi yang berhasil dicapai Pemkot tidak lepas dari tetap terjaganya kerukunan umat beragama di Kota Bitung. Kendati setiap saat ada saja pihak-pihak yang mencoba merusak kerukunan umat beragam, namun hal tersebut mampu diredam para tokoh agama dan masyarakat. "Pada dasarnya masyarakat Kota Bitung sangat sadar akan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama karena selalu berkaca pada daerah-daerah yang telah dilanda konflik beragama", katanya.

Hadir juga dalam menerima Majelis Rakyat Papua ini kepala kantor kementerian agama Kota Bitung, Forum Kerjasama Umat Beragama Kota Bitung dan sejumlah kepala SKPD.