Selasa, 24 Juli 2012 – 15:39 WITA Telah dibaca 355 kali

Permendagri 37 dan 39 Tahun 2012 Disosialisasi

Peraturan menteri dalam negeri nomor 37 tahun 2012 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2013 dan peraturan menteri dalam negeri nomor 39 tahun 2012 tentang perubahan atas permendagri nomor 32 tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah, Selasa (24/7) bertempat di BPU kantor walikota disosialisasikan.

Menurut ketua panitia yang juga kepala bagian keuangan setda kota Bitung Frangky Sondakh, SE.Ak.MSi. dalam laporannya bahwa tujuan sosialisasi ini adalah tercapainya satu persepsi dan pemahaman yang sama menyangkut kewenangan dan tanggung jawab setiap unsur pengelolah keuangan daerah yang berpedoman pada aturan yang berlaku, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan teknis personil pengelolah keuangan kemudian adanya keterpaduan dan sinkronisasi program kegiatan antara pemerintah kota terhadap prioritas pembangunan nasional dan provinsi", ujar Sondakh.

Selanjutnya Sondakh juga menambahkan bahwa dengan adanya pemahaman yang sama antar SKPD tentang bagaiman tatacara penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, pelaksanaan kemudian pelaporan dan monev yang tepat maka tujuan pengelolaan keuangan akan tercapai.

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua hari ini diikuti oleh para kepala SKPD jajaran pemerintah kota Bitung dan para bendahara SKPD. wakil walikota Bitung M.J.Lomban, SE.MSi dan sekretaris daerah kota Drs. Edison Humiang, MSi yang memberikan arahan sekaligus berbagi pengalaman tentang pengelolaan keuangan.

Wakil walikota Lomban mengatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien melalui tata kelola keuangan yang baik yang meliputi tiga pilar. "Transparansi, akuntabilitas dan partisipatif akan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan, buktinya pemerintah kota Bitung dapat meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI ini akan menjadi motivasi bagi kita sekalian sekaligus modal untuk meningkatkan kualiatas pengelolaan keuangan", tegas Lomban.