Jumat, 17 Februari 2012 – 10:12 WITA Telah dibaca 1350 kali

KEK, Bitung Ditinjau Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus

Sebagai tindak lanjut pemantapan kawasan ekonomi khusus di kota Bitung yang
mengambil lokasi di Tanjung merah dan Manembo-nembo kecamatan Matuari,
Dewan nasional kawasan ekonomi khusus yang dipimpin oleh sekretaris dewan
nasional KEK Enoh Suharto Pranoto berkunjung di kota Bitung, kunjungan ini
merupakan kunjungan kedua setelah semalam bertempat di rumah jabatan
walikota rombongan dijemput oleh walikota Bitung Hanny Sondakh dan menjamu makan malam bersama sambil melihat infrastruktur kota dan aktivitas
pelabuhan di malam hari. Hari ini, kamis 16 Februari 2012 Paranoto bersama tim pemantau pusat yang terdiri dari kepala divisi humas dan promosi KP3EI Edib Muslim, Achmad Sigit direktur pengembangan fasilitas industri wilayah III kementerian perindustrian, dan kepala bagian perencana dan kerjasama setdenas Mardi santoso serta tim KEK provinsi SULUT diantaranya Charles Kepel dan kepala dinas perindustrian SULUT Drs. Sanny Parengkuan kembali berkunjung di kota Bitung, rombongan diterima oleh sekretaris daerah kota Drs. Edison Humiang,MSi, dan langsung menjamu untuk melihat potensi dan fasilitas pelabuhan. Bitung mulai dari pelabuhan peti kemas, pelabuhan nusantara dan pelabuhan samudera, di tempat ini rombongan mendapatkan penjelasan teknis dari kepala pelabuhan peti kemas Bitung Alex Sitorus. Menurut kepala divisi humas dan promosi komite percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia atau KP3EI Edib Muslim bahwa tujuan kunjungan ke pelabuhan Bitung dalam rangka untuk melihat fasilitas penunjang kawasan ekonomi khusus sebab demi efisisensi dan kemudahan aktivitas ekonomi dan perdagangan di butuhkan fasilitas penunjang seperti pelabuhan, namun seiring dengan kebutuhan KEK perlu juga dipikirkan untuk mengembangkan pelabuhan ini menjadi internasional hub port melihat Bitung berada pada posisi strategis di bibir pasifik, dan melihat potensi yang ada Bitung memiliki peluang untuk menjadi IHP, tegasnya. Setelah mengunjungi pelabuhan Bitung rombongan menuju ke kawasan ekonomi khusus di Tanjung merah dengan ditemani Sekretaris daerah kota Drs. Edison Humiang, ditempat ini Humiang menjelaskna master plan pengembangan KEK, yang terdiri dari Kavling industri besar seluas 144,5 ha, kavling industri sedang 36 ha, kavling industri kecil 68,7 ha, perumahan 52,4 ha, trade center 6,3 ha, fasilitas pendukung 48,6 ha, fasilitas sosial/umum 8,9 ha, mixes use 27,9 ha, ruang terbuka hijau 112,1 ha, service 15,2 ha, komersial 9,7 ha, perkantoran 8,4 ha dan institusi pendidikan 3,3 ha. melihat potensi yang ada Pranoto yakin Bitung bakal ditetapkan menjadi daerah yang memiliki kawasan ekonomi khusus.