Rabu, 9 Maret 2011 – 17:20 WITA Telah dibaca 971 kali

Bitung Mantapkan Persiapan ARF-DiREx

Menjelang pelaksanaan iven internasional yang melibatkan negara-negara ASEAN, Asia Pasifik dan Jepang itu, kota Bitung sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan pun berbenah diri.

Rabu (9/3), pemerintah kota Bitung dipimpin oleh wakil walikota, M.J. Lomban. SE.MSi dan sekretaris daerah, Drs. Edison Humiang, MSi, melaksanakan rapat koordinasi dengan melibatkan bebarapa instansi vertikal di kota Bitung.

Menurut Lomban, kota Bitung harus siap menyukseskan kegiatan ARF DiREx karena diperkirakan sekitar 7000 orang, yang terdiri dari pelaku latihan sebanyak 3.500 orang, masyarakat dan relawan yakni 2500 Indonesia, 931 Internasional yang berasal dari 27 negara akan terlibat latihan gabungan penanggulangan bencana ini. Dalam latihan yang diketuai bersama (Co Chairs) oleh Indonesia-Jepang akan melibatkan berbagai aset sipil dan militer untuk penanggulangan bencana, seperti puluhan helikopter, kapal perang, pesawat Hercules, hovercraft, peralatan SAR dan sebagainya.

Tujuan latihan bersama ini untuk menciptakan sinergitas inter-instansi pada tataran operasional dalam Penanggulangan Bencana (PB), adanya manajemen PB inter-instansi termasuk TNI dan POLRI, terdistribusinya bantuan dengan lancar dan tepat waktu, minimalisasi korban.

"di samping itu, latihan dimaksudkan untuk meningkatan peran serta masyarakat, terwujudnya mekanisme manajemen PB dengan melibatkan multi nasional dan pengaturan foreign military assets dalam lingkup PB dan prosedur CIQ (Custom, Immigration and Quarantine)", ungkap Lomban.

Negara-negara yang bakal terlibat dalam latihan gabungan ARF-DiREx yang rencananya akan dibuka wakil presiden, Boediono, meliputi ASEAN, Jepang, Amerika, Uni Eropa, Australia, Korea Selatan dan lainnya. Lokasi yang akan menjadi tempat latihan yaitu pulau Bunaken, pulau Siladen, pulau Mantehage, pesisir pantai Maasing kota Manado, dan kawasan pantai Wori di kecamatan Wori kabupaten Minahasa Utara, yang terdiri atas tiga desa, yaitu desa Wori, desa Kimabajo dan desa Minaesa; bandara Sam Ratulangi serta pelabuhan Bitung.

Manfaat dari latihan bersama, jelas Lomban, adalah untuk menguji atau menyiapkan sistem PB yang melibatkan bantuan asing di Indonesia, meningkatkan mekanisme koordinasi dan kerjasama antar instansi di bawah kendali BNPB serta dihasilkan penyempurnaan Protap PB Nasional dan Daerah Provinsi SULUT.

"Tataran regional adalah adanya rekomendasi dan masukan strategis bagi kerjasama ARF dalam PB di kawasan. Tataran operasional fasilitasi keselarasan berbagai protokol nasional, regional dan internasional dalam PB", ungkapnya.

Saat pembukaan nantinya akan didemonstrasikan drill teknis yang merupakan miniatur dari keseluruhan latihan berupa demo kemampuan operasi SAR darat, laut dan udara dengan melibatkan berbagai macam peralatan alutsista berupa kapal perang (KRI Suharso sekaligus sebagai Posko Latihan Laut), pesawat terbang dan helikopter dari Indonesia dan beberapa negara anggota ARF.

Hadir pada koordinasi ini di antaranya kepala imigrasi Bitung, Sugeng Triyono, kepala pangkalan PLP, Widayanto, grand manager Pelindo, Asman Maarende, kepala KP3, Demitrius Lariwu, kepala operasi Yonhanmarlan, Alexander, Adpel Bitung, Elsye Rangkang. SH.MH serta kaban PB Bitung, Drs. Jopi Sarante.