Kamis, 30 Mei 2013 – 11:00 WITA Telah dibaca 1494 kali

Diduga Managemen Paksa Mundur

Karyawan PT DPI Mengadu ke Disnakertran

SUARAMANADO, BITUNG: Kebijakan manageman dengan mempensiunkan secara sepihak karyawan PT. Delta Pasific Indotuna telah dilaporkan secara resmi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkot Bitung. Hal ini diakui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja, Barto Pinontoan.

Menurut Pinontoan, belum lama ini pihak managemen PT. Delta Pasific Indotuna diduga telah melakukan pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan dengan memaksa agar salah seorang karyawannya menandatangai surat pensiun dini, karena telah menikah juga bersama dengan karyawan di perusahaan tersebut. "Betul, laporannya sudah kami terima, dan ini sangat diskriminatif, karena memberhentikan karyawan hanya karena menikah dengan sesama karyawan", kata Pinontoan.

Terkait masalah ini, Pinontoan mengaku telah melayangkan surat pemanggilan kepada PT Delta Pasific Indotuna. "Kami sudah mengirim surat panggilan pertama, tapi pihak perusahaan tidak ada yang datang", ujar Pinontoan sembari menambahkan, panggilan kedua akan dikirim kembali. "Diharapkan, pada Jumat (31/5) mendatang, pihak perusahaan bisa hadir", tambahnya.

Laporan ini kata Pinontoan, disampaikan Hanif Baswedan selaku korban yang sebelumnya sebagai Staff Payroll HRD PT Delta Pasific Indotuna sejak 1 February 2010 silam. Dimana, Baswedan merasa keberatan karena dipaksa harus pensiun dini oleh pihak managemen, ketika menikah dengan seorang karyawan PT Delta Pasific Indotuna, yang seharinya sebagai Sekretaris General Manager. "Ini aneh, karena sebelumnya di perusahaan itu tidak ada larangan, ataupun diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan", terang Pinontoan.

Sementara itu, menurut informasi dalam pihak managemen, keduanya sebelum maupun setelah menikah telah dipanggil managemen terkait aturan ini. "Aturan ini diberlakukan karena dinilai dapat menghambat kinerja", terang sumber yang enggan namanya disebutkan.