Rabu, 29 Desember 2010 – 18:30 WITA Telah dibaca 4063 kali

Akhir Tahun, Ahli Waris Lahan Depot Pertamina Bitung Jambangi Pemerintah Kota

Ganti Rugi Pertamina Belum Terealisasi

Tahun 2010 sebentar lagi akan berlalu namun persoalan tuntutan ganti rugi pihak Pertamina Bitung kepada ahli waris Dotu Simon Tudus hingga saat ini belum terealisasi. Padahal, sudah ada putusan pengadilan negeri Manado, putusan kasasi MA hingga penetapan eksekusi oleh pengadilan negeri Bitung.

Putusan-putusan dari instansi berwenang memerintahkan agar pihak Depot Pertamina segera mengosongkan lahan Pertamina karena lahan tersebut milik ahli waris Dotu Simon Tudus (DST).

Ron, salah satu ahli waris DST, siang tadi (29/12) di kantor pemerintah kota Bitung, mengatakan jika pihak pemerintah ingin mengambil alih lahan tersebut, agar dipertegas dan bukannya tidak memberikan kepastian bagi pihak keluarga ahli waris.

"Bagaimana mungkin kami yang mendahului, sementara kami merupakan pihak yang dirugikan. kami bukan pengemis yang selalu mendatangi kantor Pertamina. Sebaliknya, pihak Pertamina yang harus tahu diri", ketusnya.

Di tempat terpisah, kepala Depot Pertamina Bitung, H. Yehezkiel, di ruang kerjanya, tidak menampik lahan yang ditempati PT Pertamina Bitung merupakan hak milik sah dari Dotu Simon Tudus sebagaimana putusan pengadilan. Hanya saja, pihaknya hingga saat ini masih meminjam pakai lahan tersebut dan pada awal tahun 2011 akan kembali membicarakan persoalan tanah tersebut dengan pihak keluarga.

Pihak ahli waris sendiri sebelumnya pernah melakukan aksi demo damai tanpa mengganggu aktivitas Pertamina, mensuplai bahan bakar minyak untuk masyarakat SULUT dan Gorontalo.