Selasa, 8 September 2015 – 04:44 WITA Telah dibaca 1104 kali

Green Gospel, Menghubungkan Agama dengan Konservasi

SUARAMANADO, Bitung: Bertempat di GMIM Sentrum Bitung, hari ini, Selasa (8/9) diselenggarakan satu acara baru bagi pendeta dan Hamba Tuhan yang ada di Bitung, Lembeh dan Airmadidi. Acara yang berkenaan dengan konservasi ini diselenggarakan oleh Program Selamatkan Yaki bekerja sama dengan Pemerintah kota Bitung di dukung oleh BPPMJ Sentrum Bitung. Demikian rilis yang diterima redaksi dari Yunita Siwi, Education Officer Workshop Green Gospel 2015 hari ini.

Tujuan dari acara ini adalah:

  1. Untuk mengidentifikasi hubungan antara Kekristenan dan konservasi,
  2. Untuk mengawali pengembangan materi konservasi yang bisa diterapkan gereja, dan (Sylabus untuk anak sekolah minggu)
  3. Untuk memulai kolaborasi kegiatan konservasi dengan gereja-gereja di Bitung dan sekitarnya.

Disadari peran gereja dalam konservasi sangat penting dimana Umat manusia telah diberikan tanggung jawab untuk mengelola bumi sejak manusia pertama diciptakan. Peran gereja disini juga adalah untuk lebih mengingatkan dan memotivasi umat menurut firman untuk bersama melestarikan alam ciptaan Tuhan.

Dalam Workshop ini para Pendeta dan Hamba Tuhan diberikan bekal mengenai konservasi umum dan khusus tentang Macaca nigra (Yaki atau monyet hitam) dan etika lingkungan dan kekristenan serta hak-hak Binatang.

Pembicara yang akan terlibat yaitu Bapak Wakil Walikota Max Lomban SE, Msi, Ibu Jelty Ochotan Pembantu Dekan III UKI Tomohon dan Stephan Lentey dari Macaca Nigra Project.

Program Selamatkan Yaki terus berupaya mengkampanyekan pelestarian satwa Yaki ini agar supaya pengetahuan dan pengertian masyarakat tentang Macaca nigra yang sudah hampir punah bisa dipahami lebih serta masyarakat mampu dengan kesadaran melestarikan satwa endemik (cuma ada di Sulawesi Utara). Serta terhindar dari jerat hukum karena memelihara atau memperdagangkan sesuai dengan Undang Undang no 5 tahun 1990 tentang Macaca nigra sebagai salah satu species yang dilindungi.

Peserta workshop yang terundang berasal dari gereja-gereja yang tersebar di Bitung, Airmadidi khususnya seputaran Cagar Alam Tangkoko dimana Yaki dan binatang liar lain masih bisa hidup di tempat alaminya. Selamat melayani para pendeta dan Hamba Tuhan, biarlah segala makhluk ciptaan Tuhan bisa hidup bersama secara berdampingan sehingga keseimbangan alam Sulawesi akan lebih terjaga.